AMBON, MalukuTerkini.com – Menghadapi tantangan praktik medis yang kian kompleks, Program Studi Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Pattimura (Unpatti) menggelar kuliah umum ‘Dental Sries of Dentistry Talk’, Sabtu (11/4/2026).

Hadir sebagai pembicara pada kuliah umum yang berlangsung di kampus FK Unpatti tersebut, Dekan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Malaya (UM) Malaysia Prof Dr Firdaus Hariri BDS MDS MBBS MSc.

Saat menyampaikan materinya bertajuk ‘Management of Medically Compromised Patients in Dentistry’, Firdaus memaparkan tanggung jawab seorang dokter gigi kini jauh melampaui sekadar menangani masalah gigi dan mulut.

Ia menegaskan pentingnya pemahaman menyeluruh terhadap kondisi sistemik atau kesehatan umum pasien sebelum tindakan dilakukan.

Menurutnya, dokter gigi wajib memiliki kemampuan melakukan stratifikasi risiko guna menghindari komplikasi yang fatal.

“Dokter gigi harus mampu mengenali tanda dan gejala penyakit sistemik serta melakukan stratifikasi risiko sebelum melakukan tindakan,” ungkap Firdaus di hadapan para akademisi dan mahasiswa FK Unpatti.

Ia menyebutkan sejumlah penyakit sistemik yang umum ditemui dalam praktik kedokteran gigi, di antaranya penyakit kardiovaskular, gangguan pernapasan, gangguan endokrin seperti diabetes, hingga gangguan neurologis.

Selain diagnosis awal, Firdaus juga mengingatkan aspek keselamatan kerja melalui dokumentasi medis yang rapi dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat di klinik.

“Riwayat penggunaan obat-obatan dan penyakit penyerta (komorbid) pasien harus menjadi catatan krusial bagi setiap tenaga medis. Standar pelayanan, dokumentasi yang baik, serta kemampuan melakukan intervensi awal menjadi hal krusial dalam menjamin keselamatan pasien,” ungkap Firdaus saat kuliah umum yang dimoderatori oleh drg Glady Anastasya.

Ia meyakini pencegahan melalui pendekatan yang tepat adalah kunci untuk meminimalkan risiko keadaan darurat medis selama perawatan.

Menutup kuliah umum tersebut, Firdaus mengingatkan ilmu kedokteran terus berkembang pesat sehingga pembaruan pengetahuan (update skill) bukan lagi pilihan, melainkan kewajiban profesional.

“Dokter gigi memiliki kewajiban profesional untuk terus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan. Pengetahuan harus terus diperbarui demi keselamatan dan kesejahteraan pasien,” tandasnya.

Kuliah Umum yang dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Akademik FK Unpatti dr Laura BS Huwae SpS MKes ini dihadiri Koordinator Prodi Kedokteran Gigi FK Unpatti drg Christiana Rialine Titaley MIPH PhD dan para mahasiswa FK Unpatti. (MT-01)