AMBON, MalukuTerkini.com – Badan Karatina Indonesia (Barantin) melalui Karantina Kepulauan Bangka Belitung terus memperkuat pembinaan kepada pelaku usaha dan mendorong komoditas unggulan Bangka Belitung berdaya saing di pasar global, melalui program Go Ekspor.

Tugas Barantin sebagai akselerator ekspor komoditas unggulan pertanian dan perikanan dengan membuka akses pasar.

Kepala Karantina Babel Herwintarti mengaku daun ketapang merupakan salah satu komoditas unggulan Bangka Belitung, memiliki permintaan pasar internasional cukup baik.

Olehnya itu, menurutnya sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha perlu terus diperkuat agar semakin banyak usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang mampu menembus pasar ekspor dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.







“Berdasarkan data Best Trust (Barantin Electronic System for Transaction and Utility Service Technology), Karantina Babel mencatat bahwa UMKM tersebut telah berhasil mengekspor 665,14 kilogram daun ketapang sepanjang semester I tahun 2025. Adapun negara tujuannya, yaitu Amerika Serikat, Inggris, dan Jerman,” ungkap Herwin dalam keterangannya yang diperoleh malukuterkini.com, Senin (13/7/2026).

iabmenjelaskan capaian pada semester I tahun 2026 sebanyak 646,41 kilogram atau turun sekitar 2,8%, dengan negara tujuan yang sama. Informasi dari pelaku usaha, pesanan masih berjalan di bulan berikutnya.

“Meskipun data sanding ada penurunan tapi tidak signifikan karena permintaannya. Namun, capaian tersebut menunjukkan tren positif sekaligus menjadi optimisme bahwa ekspor daun ketapang asal Bangka Belitung akan terus meningkat, termasuk dengan rencana pengiriman ke Inggris dalam waktu dekat,” jelasnya.

Persyaratan ekspor daun ketapang kering bebas dari serangga hidup. Proses pengeringan dengan penjemuran maupun menggunakan alat, seperti oven. Selain daun ketapang, Lukman telah berhasil juga mengekspor daun manggis kering, meskipun masih dalam jumlah terbatas ke pasar yang sama. (MT-01)