AMBON, MalukuTerkini.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Maritim Ambon mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir pesisir (rob) yang diprediksi menerjang sejumlah wilayah pesisir Provinsi Maluku pada 24 – 31 Juli 2026.
Fenomena alam ini dipicu oleh adanya Fase Bulan Purnama pada 29 Juli 2026 yang berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum.
Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Ambon, Mujahidin menjelaskan berdasarkan hasil pantauan data water level serta prediksi pasang surut, terdapat tiga area pesisir utama di Maluku yang berpotensi terdampak banjir rob.
“Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Pesisir Kota Ambon, Pesisir Kabupaten Maluku Tengah, dan Pesisir Kabupaten Seram Bagian Timur,” jelas Mujahidin dalam keterangannya yang diterima malukuterkini.com, Jumat (24/7/2026).

Menurutnya, waktu kejadian gelombang pasang dan banjir rob ini akan bervariasi, baik dari segi hari maupun jam di tiap-tiap wilayah. Secara umum, fenomena banjir pesisir ini dapat mengganggu jalannya aktivitas harian warga yang bermukim maupun beraktivitas di kawasan pesisir.
“Potensi banjir pesisir ini secara umum berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir, seperti aktivitas bongkar muat barang di pelabuhan hingga kehidupan di permukiman pesisir,” ungkapnya.
Menyikapi kondisi tersebut, pihak BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik, namun senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan guna mengantisipasi dampak dari pasang maksimum air laut. (MT-01)
