AMBON, MalukuTerkini.com Pertumbuhan ekonomi Provinsi Maluku pada Triwulan II-2026 mencatatkan tren positif, namun lajunya masih kalah jauh jika dibandingkan dengan tetangganya, Provinsi Maluku Utara.

Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Maluku tumbuh sebesar 5,31 persen secara tahunan (year-on-year), sementara Maluku Utara melesat tinggi dengan pertumbuhan mencapai 15,35 persen pada periode yang sama.

Kepala BPS Provinsi Maluku, Maritje Pattiwaellapia mengaku capaian pertumbuhan ekonomi Maluku sebesar 5,31 persen pada Triwulan II-2026 jika dibandingkan Triwulan II-2025 didorong oleh kinerja positif di sebagian besar lapangan usaha.

“Sektor Pengadaan Listrik dan Gas menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi yang mencapai 16,70 persen. Sektor lain yang turut menjadi penopang utama adalah Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 15,92 persen, disusul lapangan usaha Konstruksi sebesar 7,15 persen, serta Jasa Pendidikan sebesar 6,73 persen,” ungkapnya.

Secara kuartalan (quarter-to-quarter), rincinya, ekonomi Maluku pada Triwulan II-2026 juga mengalami pertumbuhan sebesar 1,11 persen dibandingkan Triwulan I-2026.

“Walaupun secara umum tumbuh, terdapat beberapa lapangan usaha yang justru berkontraksi atau tumbuh negatif secara kuartalan. Sektor-sektor yang mengalami penurunan tersebut antara lain pertanian, kehutanan, dan perikanan; pertambangan dan penggalian; transportasi dan pergudangan; serta jasa keuangan dan asuransi,” rincinya.

Ia menambahkan, pertumbuhan tertinggi secara kuartalan di Maluku masih didominasi oleh Pengadaan Listrik dan Gas sebesar 18,63 persen serta Konstruksi sebesar 13,18 persen.

Di sisi lain, lonjakan tinggi ekonomi Maluku Utara dipicu oleh performa kuat pada komponen ekspor dan investasi.

Plt Kepala BPS Provinsi Maluku Utara, Harim Arrsid, memgaku pertumbuhan ekonomi Maluku Utara sebesar 15,35 persen secara tahunan (y-on-y) ditopang secara signifikan oleh Komponen Ekspor Barang dan Jasa yang meroket hingga 14,07 persen.

“Selain ekspor, Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi di Maluku Utara juga tumbuh solid sebesar 10,77 persen. Adapun Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga serta Lembaga Non Profit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) masing-masing tumbuh sebesar 4,39 persen dan 3,47 persen,” ungkapnya.

Kendati demikian, ia memberi catatan terkait Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah di wilayahnya sempat mengalami kontraksi tipis sebesar 0,19 persen, sementara komponen impor sebagai faktor pengurang PDRB tumbuh 11,27 persen.

“Kinerja ekonomi Maluku Utara secara kuartalan juga menunjukkan keunggulan dengan tumbuh sebesar 2,48 persen (q-to-q),” jelasnya.

Ia menegaskan seluruh komponen pengeluaran di Maluku Utara bergerak di zona positif secara kuartalan, dengan kenaikan tertinggi dicatatkan oleh Komponen PMTB yang mencapai 9,35 persen, diikuti Pengeluaran Konsumsi Pemerintah sebesar 5,02 persen, serta Ekspor Barang dan Jasa sebesar 3,44 persen. (MT-06)