AMBON, MalukuTerkini.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon menjalin kerja sama Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Pattimura (Unpatti) untuk menuntaskan berbagai persoalan perkotaan yang kian kompleks..
Hal itu ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama tentang Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat.
Penandatanganan dilakukan dalam apel pagi jajaran Pemkot Ambon di Lapangan Apel Balai Kota Ambon, Kamis (20/8/202).
Perjanjian Kerja Sama tersebut ditandatangani oleh Penandatanganan dilakukan Dekan FST Unpatti Prof. Dr. Henry Junus Wattimanela, S.Si., M.Si bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan Apries B Gaspersz, Kepala Dinas Perhubungan Yan D Suitella serta Kepala Dinas Pendidikan Fredy Taso.
Wali Kota Ambon, Bodewin M Wattimena saat apel tersebut menegaskan kerja sama tersebut harus diwujudkan dalam program nyata yang mampu membantu pemerintah menyelesaikan berbagai persoalan perkotaan, terutama di bidang lingkungan, transportasi, pendidikan, dan pengembangan Ambon Smart City.
“Kerja sama ini tidak saja sebatas memenuhi secara formal kerja sama dengan FST Unpatti, tetapi harus terimplementasi dalam banyak hal untuk memajukan Kota Ambon, misalnya kebutuhan inovasi teknologi dalam pengelolaan sampah, termasuk pengembangan mesin pengolah sampah berskala kecil yang dapat ditempatkan di tingkat RT, sehingga sampah dapat dikelola sejak dari sumbernya,” tandasnya.
Dijelaskan, kolaborasi dengan perguruan tinggi juga dibutuhkan untuk mendukung pengembangan transportasi, uji emisi kendaraan, pemanfaatan teknologi dalam pendidikan, hingga pengembangan Ambon sebagai kota cerdas.
“Zaman ini kita tidak bisa lagi bekerja sendiri-sendiri. Kita butuh bekerja bersama, karena kita yakin satu pihak punya kemampuan, tetapi juga punya kelemahan. Karena itu, kita bisa saling mengisi satu dengan yang lain,” jelasnya.
Sementara itu, Dekan FST Unpatti Prof. Dr. Henry Junus Wattimanela, S.Si., M.Si mengaku kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut pertemuan dengan Pemkot Ambon pada 3 Juni 2026 yang menghasilkan kesamaan pandangan terkait pembangunan dan tantangan Kota Ambon.
“Kami berharap penandatanganan ini bukan sekadar dokumentasi administratif maupun seremonial, tetapi dapat ditindaklanjuti dengan kerja nyata, program yang nyata, dan dampak yang nyata bagi masyarakat Kota Ambon,” ungkapnya. (MT-06)


