AMBON, MalukuTerkini.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar seiring dengan menguatnya fenomena El Nino yang melanda wilayah Maluku.

Kepala Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas II Pattimura Ambon, Kamari menegaskan fenomena El Nino saat ini berada pada intensitas sangat kuat sehingga memicu penurunan curah hujan secara signifikan yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan, lonjakan suhu udara, hingga penurunan debit air.

“Jangan membuka lahan dengan membakar dan segera laporkan jika menemukan titik api di sekitar lingkungan Anda,” tandas Kamari dalam keterangannya yang diterima malukuterkini.com, Minggu (23/8/2026).

Ia merincikan, berdasarkan hasil analisis dan prediksi Indian Ocean Dipole (IOD) serta El Niño–Southern Oscillation (ENSO) Dasarian I Agustus 2026, indeks IOD dasarian mencatatkan nilai sebesar +0.457, meningkat dari bulan Juli yang berada di angka +0.242.







“Nilai Sea Surface Temperature Anomaly (SSTA) di wilayah Nino3.4 secara dasarian melonjak hingga +2.77 dari sebelumnya +2.20 pada bulan Juli yang menunjukkan El Nino dnegan intensitas yang sangat kuat,” rincinya.

Melihat dampak kekeringan yang kian nyata, Kamari meminta masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan air bersih. Selain itu,

“Para petani agar segera menyesuaikan pola tanam guna mengantisipasi gagal panen akibat ketersediaan air yang menipis,” ungkapnya.

Masyarakat juga diimbau untuk mewaspadai bahaya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) serta dehidrasi dengan cara mengurangi aktivitas di bawah terik matahari secara berlebihan. (MT-06)