AMBON, MalukuTerkini.com – Ketua Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM), Pendeta Sacharias Izack Sapulette, menegaskan upaya mewujudkan Kota Ambon yang bersih dan maju tidak cukup hanya bersandar pada pembangunan fisik semata, namun membutuhkan praktik iman serta integritas moral dari seluruh aparatur dan warga kota.
Hal tersebut disampaikannya dalam khotbah Doa untuk Ambon memperingati HUT ke-451 Kota Ambon yang dipusatkan di Gereja Maranatha, Ambon, Jumat (4/9/2026).
Ibadah bersama yang dihadiri khusus oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon beragama Kristen tersebut digelar sebagai wujud syukur atas penyertaan Tuhan terhadap perkembangan Kota Ambon.
Mengusung tema “Ambon Bersih, Maluku Sehat, Indonesia Maju”, Pemkot Ambon bertekad memberikan aksentuasi pada penciptaan lingkungan kota yang bersih sebagai fondasi utama untuk menopang kesehatan masyarakat Maluku dan kemajuan bangsa secara menyeluruh.
Dalam khotbahnya, Pendeta Sapulette mengingatkan tema perayaan tahun ini jangan hanya dianggap sebagai slogan atau bahasa pembangunan semata.
“Ambon bersih jangan dilihat sekedar program pemerintah. Ambon bersih adalah praktik iman atas mandat Ilahi yang diberikan Allah untuk memelihara alam kota ini sebagai ruang kehidupan bersama. Sebab itu Ambon bersih adalah panggilan iman dan mandat Ilahi bagi kita semua,” tandasnya.
Ia menjelaskan dari sisi ekologis bahwa kesehatan masyarakat sangat bergantung pada kondisi lingkungan di sekitarnya.
“Lingkungan yang sakit, seperti air dan laut yang tercemar, udara yang buruk, hingga tumpukan sampah yang tak terkelola, secara langsung akan merusak kesehatan manusia. Oleh karena itu, harapan terwujudnya Maluku yang sehat sangat mungkin dicapai jika didukung oleh penciptaan lingkungan Kota Ambon yang bersih dan sehat,” jelasnya.
Ia mengatakan kualitas sebuah kota tidak semata-mata ditentukan oleh megahnya infrastruktur seperti jalan, jembatan, gedung, pelabuhan, maupun tingginya teknologi dan besarnya anggaran investasi, namun juga sangat penting pembangunan karakter manusia serta aparatur pemerintah yang berlaku benar dan jujur di atas prinsip-prinsip moral.
“Kota harus dibangun di atas kebenaran dan kejujuran. Kota harus dibangun oleh karakter aparatur dan warganya. Membangun kota membutuhkan kejujuran, integritas, disiplin yang tinggi, dan tanggung jawab semua kita,” katanya.
Ia menegaskan setiap individu yang berdiri di atas prinsip kebenaran dan menjalankan tugasnya dengan jujur pada hakikatnya sedang memberkati kota.
“Hal itu dicontohkan melalui sikap pegawai yang bekerja jujur, pedagang yang tidak menipu, guru yang mendidik dengan baik, kepala sekolah yang mengelola dana BOS secara transparan, pejabat yang menolak korupsi, tokoh agama yang menjaga integritas, hingga warga kota yang aktif menyebarkan berita faktual dan menolak hoaks,” tandasnya.
Pendeta Sapulette meyakini jika Kota Ambon dan bangsa Indonesia ingin melangkah ke peradaban yang lebih maju, fondasi moral yang kuat harus menjadi pijakan utama.
“Dengan menjunjung tinggi kejujuran, integritas, kerja keras, tanggung jawab, dan disiplin, Kota Ambon akan mampu melangkah ke tempat yang lebih tinggi dan bermartabat di tengah peradaban dunia,” ungkapnya.
Doa untuk Ambon tersebut dihadiri Ketua DPRD Kota Ambon Morits Tamaela, Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Leasde Kombes Pol Andrias Susanto Nugroho, Komandan Satuan Pertahanan Pantai Komando Daerah TNI Angkatan Laut IX Kolonel Laut (P) Frejhon da Costa, para pimpinan OPD serta para ASN di jajaran Pemkot Ambon, (MT-06)
