AMBON, MalukuTerkini.com – Universitas Pattimura (Unpatti) menginisiasi pembentukan Arsip Digital Berdaulat atau Sovereign Digital Archive sebagai langkah strategis dalam mengamankan serta melestarikan kekayaan warisan budaya Maluku agar tidak tergerus zaman.
Inisiatif tersebut disampaikan dalam Kuliah Umum Internasional dan Knowledge Sharing Diaspora bertajuk “Maluku Musical Heritage Intelligence Initiative: Developing a Sovereign Digital Archive and AI-Ready Cultural Heritage Ecosystem to Support Ambon City of Music” di Aula Rektorat Unpatti, Ambon, Selasa (6/10/2026).
Kuliah Umum dimaksud menghadirkan pendiri Opus Solutions Limited sekaligus Global Ambassador for Indonesia, Hong Kong Cyberport, Dennis Tedja, dengan dipandu oleh penerima Hibah Diaspora Berdampak Diktisaintek Batch I, Prof. Wilma Latuny, Ph.D.
Wakil Rektor Bidang Akademik Unpatti, Prof. Dr. Dominggus Malle, S.Pt., M.Sc., mengaku elemen kebudayaan seperti musik Maluku menyimpan nilai sejarah, bahasa, dan pengetahuan penting yang diwariskan lintas generasi.
“Namun, dokumentasi budaya tersebut masih tersebar dan berisiko tergerus zaman,” ujarnya.

Ia menjelaskan pembentukan Sovereign Digital Archive menjadi langkah penting untuk mengintegrasikan data budaya secara terpercaya dan berkelanjutan.
“Pemanfataan teknologi mutakhir seperti kecerdasan buatan dianggap mampu mendukung optimalisasi pengolahan data tersebut. AI dapat membantu kita mengorganisasi, mengolah, menemukan kembali, dan menghubungkan berbagai data budaya. Namun, teknologi tersebut harus tetap berpijak pada konteks budaya, etika, hak komunitas, kepemilikan pengetahuan, serta tata kelola data yang bertanggung jawab,” jelasnya.
Malle menegaskan komitmen Unpatti untuk memastikan kebudayaan Maluku tetap menjadi subjek dan pemilik pengetahuan, bukan sekadar objek dari perkembangan teknologi.
Kegiatan ini dirancang sebagai titik awal dari rangkaian program jangka panjang. Agenda keberlanjutan tersebut nantinya mencakup pelaksanaan lokakarya, kunjungan lapangan, Focus Group Discussion (FGD), penyusunan peta jalan (roadmap), penetapan blueprint, hingga pembentukan kelompok kerja (working group). (MT-01)

