AMBON, MalukuTerkini.com – Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Pattimura (Unpatti) menggelar Kuliah Pakar “Dental Series of Dental Talks” dengan menghadirkan pakar internasional dari Fakultas Ilmu Kesehatan – Pusat Kesehatan Mulut Kauno Kolegija Lithuania, Dr. Yvonne A.B. Buunk-Werkhoven, Rabu (7/10/2026).
Kuliah Pakar yang berlangsung di ruang kuliah Prohram Studi Kedokteran Gigi FK Unpatti ini membedah topik bertajuk “Oral Health and Social Health: Their Mutual Impact” guna mengulas secara komprehensif hubungan timbal balik antara kondisi kesehatan gigi dan mulut dengan kesejahteraan sosial masyarakat.
Dalam pemaparannya, Yvonne menegaskan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut tidak boleh dipandang hanya dari sudut pandang medis klinis semata sebab kesehatan mulut merupakan bagian integral dari sistem tubuh manusia yang berpengaruh secara langsung terhadap kualitas hidup, fungsi artikulasi wicara, estetika wajah, serta tingkat rasa percaya diri individu dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.
“Kesehatan mulut bukan sekadar bebas dari rasa sakit atau karies gigi semata, melainkan memiliki dampak langsung yang sangat nyata terhadap interaksi sosial dan kesehatan mental seseorang,” tandasnya.
Ia mencerahkan para mahasiswa maupun akademisi yang hadir mengenai bagaimana gangguan pada rongga mulut kerap kali memicu dampak psikososial yang signifikan.

“Seseorang yang mengalami masalah kelainan gigi atau penyakit periodontal cenderung merasa tidak nyaman, mengalami rasa canggung, bahkan menarik diri dari pergaulan publik karena rendahnya tingkat rasa percaya diri saat tersenyum atau berbicaram: ungkapnya.
Dikatakan, dampak dari penurunan kondisi kesehatan mulut tidak berhenti pada ambang rasa sakit fisik saja.
“Kasus-kasus di lapangan menunjukkan bahwa permasalahan ini dapat mengganggu fungsi komunikasi harian, menurunkan produktivitas, hingga menimbulkan kecemasan sosial yang membatasi partisipasi aktif warga dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya.
Yvonne menjelaskan status sosial, tingkat pendidikan, ketersediaan fasilitas sanitasi, serta keterjangkauan ekonomi menjadi faktor penentu utama dalam membentuk perilaku pemeliharaan kebersihan mulut di kalangan masyarakat luas.
“Intervensi medis di bidang kedokteran gigi perlu menyatukan pemahaman perilaku sosial budaya lokal agar program edukasi pencegahan dapat tersampaikan dengan tepat sasaran. Pendekatan preventif yang efektif wajib memperhitungkan aspek kebiasaan masyarakat dan faktor sosio-ekonomi setempat secara terpadu agar pesan-pesan hidup sehat dapat diterapkan secara berkelanjutan,” jelasnya.
Kuliah Pakar yang dipandu drg. Nadyah E Siahaya ini juga dhadiri Koordinator Program Studi Kedokteran Gigi FK Unpatti drg. Christiana Rialine Titaley, MIPH., Ph.D. (MT-01)

