BULA, MalukuTerkini.com – Kapolres Seram Bagian Timur (SBT), AKBP Ricky Pranata Vivaldy menemui warga Negeri Geser, Kecamatan Seram Timur, Jumat (23/10/2026) malam, untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Pertemuan yang berlangsung di Dusun Kilwaru tersebut dihadiri tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda setempat.
Dalam arahannya, AKBP Ricky Pranata Vivaldy mengatakan, pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk membangun komunikasi yang baik dan memperkuat kerja sama antara Polri dan masyarakat, terutama para tokoh yang memiliki peran strategis dalam kehidupan sosial.
“Dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Polri tidak dapat bekerja sendiri. Peran serta masyarakat sangat dibutuhkan. Terlebih lagi, tokoh masyarakat dan tokoh adat memiliki posisi yang sangat strategis dalam menjaga keharmonisan, menyelesaikan berbagai persoalan di tengah masyarakat, serta memberikan teladan dan nasihat kepada warga,” ungkap lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 2009 ini.
Ia mengharapkan dukungan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan situasi kamtibmas yang aman, damai, tertib, dan kondusif di Negeri Geser.
“Komunikasi yang terbuka antara kepolisian dan masyarakat sangat diperlukan agar setiap persoalan dapat ditangani secara tepat sebelum berkembang menjadi gangguan keamanan yang lebih besar,” kata mantan Kepala Sub Detasemen Perintis I Detasemen Perintis Direktorat Samapta Korps Sabhara Baharkam Polri ini.
Polres SBT, jelasnya, juga membuka ruang komunikasi seluas-luasnya. “Apabila terdapat permasalahan, potensi konflik, gangguan keamanan, maupun persoalan sosial lainnya, kami berharap dapat disampaikan dan dicarikan solusi secara bersama-sama melalui komunikasi yang baik, mengedepankan musyawarah, serta menghormati nilai-nilai adat dan kearifan lokal yang berlaku di wilayah Negeri Geser,” jelasnya.
Kapolres juga mengajak para tokoh adat dan tokoh masyarakat menjadi mitra strategis kepolisian dalam memberikan edukasi kepada warga, menjaga persatuan, serta mencegah munculnya perselisihan akibat informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
“Masyarakat jangan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang berpotensi memecah belah persaudaraan dan mengganggu stabilitas keamanan di lingkungan setempatm,” tandas mantan Wakasat Resnarkoba Polres Metro Jakarta Pusat ini.
Selain memperkuat kemitraan dengan masyarakat, Kapolres juga menegaskan komitmen jajarannya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian.
“Pelayanan tersebut, akan dilaksanakan secara profesional, humanis, dan transparan dengan tetap menjunjung tinggi hukum serta hak-hak masyarakat,” ungkap mantah Kanit III Subdit 2 Harda Bangtah Ditreskrimum Polda Metro Jaya ini.
Kapolres juga memngatakan pihaknya terbuka terhadap kritik, saran, dan masukan dari masyarakat sebagai bagian dari upaya evaluasi dan peningkatan kualitas pelayanan kepolisian.
“Kami sangat terbuka terhadap kritik, saran, dan masukan dari warga sekalian. Kami percaya bahwa masukan dari masyarakat merupakan bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan dan pelaksanaan tugas kepolisian,” kata mantan Kapolsek Tanjung Priok ini.
Ia mengajak seluruh masyarakat Negeri Geser untuk terus menjaga keamanan, persatuan, dan keharmonisan di tengah kehidupan bermasyarakat.
“Sinergi antara Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah negeri, serta seluruh elemen masyarakat hendaknya dapat terus diperkuat sehingga situasi kamtibmas di wilayah Seram Timur, khususnya Negeri Geser, tetap aman dan kondusif,” jelas mantan Kasat Lantas Polres Sijunjung ini.
Pertemuan dimaksud juga dihadiri Wakapolres SBT Kompol Johanis Titus, Camat Seram Timur S. Awat Alhamid, Kasat Intelkam Iptu Mothahar Solissa, Kapolsek Geser Iptu Jufrin Djaena, Danramil 1502-04 Geser Kapten Inf Pattimura L. Iksan, serta Raja Negeri Geser Soelani Kelian. (MT-07)
