Sekilas Info

Lokasi Selam Terbaik di Laha Kini Penuh Sampah

SAMPAH BAWAH LAUT – Kawasan bawah laut Negeri Laha, yang menjadi lokasi idola penyelaman oleh penyelam dalam maupun luar negeri kini dipenuhi sampah. Foto ini diambil oleh anggota Komunitas Moluccas Coastal Care saat aksi ‘Underwater Cleanup’ yang berlangsung di Negeri Laha, Kecamatan Teluk Ambon, Maluku, Sabtu (4/5/2019). (FOTO: Moluccas Coastal Care)

AMBON – Kawasan bawah laut Negeri Laha, Kecamatan Teluk Ambon, Maluku, selama ini menjadi lokasi idola penyelaman oleh penyelam dalam maupun luar negeri.

Walau begitu, sangat disayangkan terumbu karang di lokasi tersebut justru kini penuh dengan berbagai jenis sampah.

“Salah satu penyelam luar negeri yang sedang diving di Pantai Negeri Laha bahkan pernah menemukan 317 baterai ABC di celah-celah karang,”  ungkap Koordinator Komunitas Moluccas Coastal Care (MCC) kepada malukuterkini.com, Teria Salhuteru di Ambon, Minggu (5/5/2019)

Kondisi tersebut, katanya, membuat MCC atau Kalesang Pesisir Maluku melakukan aksi Underwater Cleanup di lokasi tersebut dan berhasil mengangkat 79 kg sampah bawah laut.

Teria menjelaskan, aksi underwater cleanup dilakukan di Negeri Laha yang selama ini dikenal sebagai spot diving terbaik untuk hewan makro.

“Kami berhasil mengangkat sampah bawah laut sebanyak 79 kg. Sampah yang diangkat terdiri karung, kaleng, botol, kaca, kain, deterjen, sepatu, pempers dan lain sebagainya. Sampah-sampah itu telah menyatu dengan ekosistem terumbu karang sehingga menganggu pertumbnuhan karang dan biota laut lainya,” jelasnya.

Menurutnya, selain aksi underwater cleanup, juga dilakukan aksi bersih daerah pesisir. “Tercatat sebanyak 125 kg sampah pesisir yang terdiri dari pempers, botol kaca, deterjen, pakian bekas dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Teria juga menjelaskan, Negeri Laha merupakan lokasi yang sering dikunjungi oleh para divers dari dalam negeri maupun internasional karena lokasi ini terkenal dengan macro species terbaik.

“Hanya sekitar 5 meter dibawah laut kita bisa menemukan banyak ikan, seperti leaf scorpion fish atau ringed pipe fish diantara celah-celah karang.  Selain itu ada juga ornate gold pipe fish, belut moray mata putih dan black sppotet, Dwarf lion fish, surgeon fish, orange fin, anemone fish dan spesies yang lainnya,” jelasnya.

Teria menambahkan, aksi ini merupakan underwater cleanup yang kedua kalinya setelah sebelumnya komunitas MCC telah mengangkat sebanyak 76 kg sampah dari bawah laut Pantai Negeri Laha bersama Polda Maluku serta para divers.

Komunitas MCC merupakakan komunitas yang peduli akan pesisir dan laut yang ada di Kota Ambon. Ancaman sampah bagi ekosistem pesisir membuat komunitas ini berkomitmen untuk konsen menjaga daerah pesisir. (MT-03)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!