Sekilas Info

Kunker ke Morotai, Kasau Kunjungi Museum Perang Dunia II

KUNJUNGI MUSEUM PERANG DUNIA - Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutrisna mengunujungi Museum Perang Dunia II di Kabupaten Morotai, Maluku Utara, Kamis (13/6/2019).

MOROTAI - Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Yuyu Sutrisna melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Pangkalan Udara (Lanud) Leo Wattimena Morotai, Maluku Utara (Malut).

Kunker tersebut untuk mengecek kebutuhan terutama dalam pembangunan konsep pertahanan di wilayah timur Indonesia. Selain itu, Kasau juga berkesempatan melihat Museum Perang Dunia II & Trikora.

Pulau Morotai adalah bagian dari sejarah Perang Dunia II yang awalnya diduduki oleh Jepang lalu direbut oleh Amerika Serikat pada September 1944. Amerika menggunakan pulau ini sebagai landasan serangan pesawat sebelum menuju Filipina dan Borneo bagian timur.

Penduduk lokal di Pulau Morotai yang masih mengingat Perang Dunia II menyebut pada 1944-1945 tempat ini merupakan lokasi pertempuran sengit dari puluhan pesawat tempur yang menderu ketika lepas landas dan mendarat di sepanjang Teluk Daruba.

Morotai saat itu merupakan satu markas tentara Amerika Serikat saat berperang menghadapi Jepang dalam Perang Pasifik selama Perang Dunia II.

Pada 15 September 1944, tentara sekutu dari Amerika Serikat dan Australia di bawah pimpinan Panglima Pasifik Barat, Jenderal Douglas MacArthur mendarat di Morotai tepatnya di bagian barat daya pulau ini.

Sebelum kedatangan sekutu ke Morotai, tentara Jepang sudah terlebih dahulu menduduki tempat tersebut dan membangun sebuah landasan pesawat.

Jepang kemudian meninggalkan Morotai untuk mendukung pertempuran di Pulau Halmahera sehingga saat itu hanya tersisa sebanyak 500 tentara Jepang di Morotai yang bertugas untuk menjaga pulau tersebut.

Oleh karena itu, dengan jumlah tersebut mereka dapat langsung ditaklukkan pasukan Amerika Serikat. Angkatan Laut Jepang berikutnya berusaha merebut kembali pulau ini tetapi gagal.

Ketika Jepang meninggalkan Morotai, Jenderal MacArthur melihat hal tersebut sebagai kesempatan emas untuk mengambil alih karena lokasinya strategis untuk merebut kembali Filipina dari Jepang.

Sekitar lebih dari 50 ribu tentara sekutu ditempatkan di Morotai dan MacArthur membangun beberapa landasan pesawat dan rumah sakit besar dengan 1.900 tempat tidur di dalamnya.

Selama Perang Dunia II berlangsung, pasukan Sekutu terus menempati Morotai hingga akhirnya Jepang menyerah tahun 1945 dan Pasukan Sekutu meninggalkan pulau tersebut. Sebelum meninggalkan pulau tersebut, pasukan Sekutu membakar semua bangunan yang mereka dirikan di Morotai.

Apresiasi

Sementara itu, saat bertemu para personel Lanud Leo Wattimena, Kasau memberikan apreasi atas dedikasi pengabdian selama ini.

"Kami apresiasi seluruh personel Lanud Leo Wattimena Morotai ikut dalam pembahasan berbagai permasalahan yang terjadi di sini," kata Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutrisna di Morotai dalam siaran pers, Jumat (14/6/2019).

Pulau Morotai salah satu daerah yang memiliki potensi pariwisata yang sangat strategis yang berada di bagian Utara Pulau Halmahera dan berbatasan langsung dengan Samudera Pasitif, sehingga ini harus menjadi prioritas, terutama soal keamanan negara baik melalui jalur laut maupun dari udara.

Menurutnya, walau di sini masih banyak terdapat kekurangan dan kendala, namun dengan semangat dan dedikasi seluruh warga Lanud Leo Wattimena Morotai, tanggung jawab tersebut dapat terselesaikan.

Selain itu, untuk masalah aset tanah milik TNI AU di daerah Pulau Morotai jangan sampai dilepas aset-aset tanah ini untuk lahan yang tidak berguna dan diperjualbelikan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

"Keberadaan kalian disini sangat diperlukan selain untuk menjaga pertahanan Negara, aset tanah juga menjadi prioritas untuk mendukung operasi udara di pulau terpencil seperti ini," ujarnya.

Sebelum ke Lanud Leo Watimena Morotai, Kasau bersama rombongan telah mengunjungi Lanud Dumatubun Tual, Lanud Manuhua Biak (peresmian Skadron Udara 27) dan sesuai agenda kuker Kasau ini akan berlangsung selama tiga hari untuk di Wilayah Indonesia Timur ,yang akan berakhir di Kendari (Sultra) dan Makassar (Sulsel).

Rangkaian kuker ini dilakukan untuk menindaklanjuti pembangunan konsep pertahanan di Wilayah Timur Indonesia, karena TNI telah membangun sistem pertahanan di Timur, khusus untuk Angkatan Udara dibangun Komando Operasi AU III, demikian juga dengan Angkatan Laut membangun Armada Laut III, begitu juga Angkatan Darat. (MT-03)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!