Sekilas Info

BPS: Jumlah Penduduk Miskin di Maluku Berkurang

Ilustrasi

AMBON – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk miskin di Maluku pada bulan Maret 2019 sebanyak 317,69 ribu jiwa, atau berkurang 0,15 ribu jiwa jika dibandingkan pada bulan September 2018 sebanyak 317,84 ribu jiwa.

“Dari sisi persentase, tingkat kemiskinan di Maluku pada Maret 2019 (17,69 persen) lebih rendah dibandingkan September 2018 yang tercatat sebesar 17,84 persen. Sedangkan jika dibandingkan dengan keadaan Maret 2018, jumlah penduduk miskin di Maluku pada bulan Maret 2019 berkurang sekitar 2,39 ribu jiwa atau 0,43 persen poin,” jelas Kepala BPS Provinsi Maluku, Dumangar Hutauruk di Ambon, Senin (15/7/2019).

Dikatakan, penduduk miskin di perdesaan pada bulan Maret 2019 tercatat sebanyak 272,09 ribu jiwa.

“Jumlah ini meningkat 1,17 ribu jiwa dibandingkan bulan September 2018 yang menunjukkan angka 270,92 ribu jiwa. Bila dilihat dari sisi persentase, tingkat kemiskinan di perdesaan pada Maret 2019 (26,83 persen) juga meningkat dibandingkan September 2018 yang sebesar 26,61 persen. Adapun bila dibandingkan dengan periode Maret 2018, jumlah penduduk miskin daerah perdesaan Maret 2019 meningkat sekitar 2,1 ribu jiwa atau meningkat 0,19 persen poin,” katanya.

Sementara penduduk miskin di perkotaan pada Maret 2019, menurut Hutauruk tercatat 45,60 ribu jiwa.

“Jumlah ini berkurang 1,32 ribu jiwa dibandingkan periode September 2018 yang menunjukkan angka 46,92 ribu jiwa. Adapun bila dibandingkan dengan periode Maret 2018, jumlah penduduk miskin Maret 2019 di perkotaan mengalami penurunan sekitar 0,29 ribu jiwa. Tingkat kemiskinan di perkotaan pada Maret 2019 (5,84 persen) lebih rendah dibandingkan September 2018 dan Maret 2018 yang masing-masing sebesar 6,15 dan 6,22 persen,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan, besar kecilnya jumlah penduduk miskin sangat dipengaruhi oleh Garis Kemiskinan, karena penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per bulan di bawah Garis Kemiskinan.

“Selama September 2018 - Maret 2019, Garis Kemiskinan Maluku naik sebesar 7,30 persen, yaitu dari Rp 474.173 per kapita per bulan pada September 2018 menjadi Rp 508.777 per kapita per bulan pada Maret 2019. Dengan memperhatikan komponen Garis Kemiskinan (GK), yang terdiri atas Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Non-Makanan (GKNM), maka peranan komoditi makanan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan (perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan),” jelasnya.

Dikatakan, pada bulan September 2018, sumbangan GKM terhadap GK sebesar 75,73 persen. Masih besarnya porsi makanan dalam struktur pengeluaran penduduk adalah karakteristik penduduk miskin, yaitu penghasilan penduduk lebih banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan paling dasar seperti makanan dan minuman daripada hal lain seperti pendidikan, kesehatan, perumahan, pakaian, hiburan dan investasi. (MT-03)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!