AMBON, MalukuTerkini.com – Universitas Pattimura (Unpatti) terus menunjukkan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang adaptif, transparan, dan berorientasi mutu.
Langkah progresif tersebut dibuktikan dengan keberhasilan Unpatti dalam melampaui berbagai target Indikator Kinerja Utama (IKU) yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi pada pertengahan tahun 2026.
Capaian impresif ini menjadi fondasi kuat bagi kampus berslogan Hotumesse tersebut untuk menapaki jalan strategis menuju visi besar sebagai World Class University.
Hal ini diungkapkan Rektor Universitas Pattimura, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd., saat Rapat Terbuka Luar Biasa Senat Unpatti dalam rangka Wisuda Sarjana, Profesi, Magister, dan Doktor periode Juli 2026 yang dipusatkan di Auditorium Unpatti, Ambon, Rabu (29/7/2026).

Dalam sambutannya, Leiwakabessy menegaskan capaian IKU yang diraih institusinya bukan sekadar pemenuhan angka administratif belaka.
“Hasil tersebut merupakan cerminan nyata dari kesehatan tata kelola, relevansi kurikulum, serta kualitas pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi di Unpatti,” tandasnya.
Ia merincikan hingga bulan ketujuh tahun 2026, Unpatti telah mencatatkan berbagai lompatan signifikan di sejumlah indikator penting.
“Pada indikator kualitas dosen, sebanyak 33 dosen atau sebesar 2,4 persen tercatat aktif berkolaborasi dengan industri dan praktisi, melampaui target awal sebesar 2 persen atau 23 dosen. Prestasi yang lebih mencolok terlihat pada luaran penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, di mana Unpatti berhasil mempublikasikan 7 artikel bereputasi internasional Q1 dari target 6 artikel,” rincinya.
Tak hanya itu, jelasnya, penelitian kolaborasi internasional Unpatti melonjak drastis hingga mencapai 7,8 persen dengan melibatkan 106 dosen, jauh melampaui target 2 persen atau 28 dosen, yang artinya telah melampaui target hingga 250,8 persen.
“Transformasi ini sebagai bukti Unpatti telah terus berbenah menjadi universitas yang adaptif, transparan, dan berorientasi pada mutu. Adapun keberhasilan dalam mencapai atau memenuhi target-target IKU tersebut tentu tidak terlepas dari dedikasi seluruh dosen, tenaga kependidikan, serta dukungan dari semua pihak, dari para mahasiswa dan mitra strategis,” jelasnya.
Selain peningkatan IKU, Leiwakabessy juga memaparkan penguatan komitmen Unpatti terhadap pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) yang telah mencapai 57,3 persen, dengan keterlibatan 780 dosen dari target 50 persen.
“Upaya peningkatan mutu institusi turut dibuktikan dengan raihan akreditasi unggul pada 17 program studi, 18 program studi yang tengah mengusulkan akreditasi internasional, serta hadirnya 20 program studi baru hingga tahun 2026 dari total 115 program studi yang ada di Unpatti,” katanya
Ia mengaku Seluruh capaian tersebut ditopang oleh keandalan sumber daya manusia yang mumpuni.
“Saat ini Unpatti didukung oleh 1.356 dosen, yang mencakup 127 guru besar dengan 95 guru besar aktif, 416 dosen bergelar Doktor, serta 940 dosen bergelar Magister. Kekuatan akademis ini diperkuat oleh jajaran tenaga kependidikan serta basis mahasiswa aktif semester ganjil tahun akademik 2026/2027 yang menembus angka 30.507 orang,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan fondasi tata kelola yang kian solid ini menjadi pendorong utama bagi Unpatti untuk bersaing di kancah global. Ia menegaskan menjadi universitas berkelas dunia bukanlah sekadar mengejar pemeringkatan global semata, melainkan bagaimana Unpatti dapat terus meningkatkan standar akademik, memperluas jejaring kerja sama internasional, serta meningkatkan rekognisi riset dan publikasi ilmiah di tingkat dunia. (MT-01)
