oleh

GAMKI MBD: Bangun Indonesia Bersatu, Jangan Belajar ke Luar Negeri

AMBON – Kendati baru pernah hadir di Kongres Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI), namun DPC GAMKI Maluku Barat Daya (MBD) memberikan warna tersendiri.

Di depan peserta Kongres yang berlangsung di Hotel Grand Cempaka, Jumat (2/8/2019), Ketua DPC GAMKI Albert Kofit dengan lantang menyuarakan kondisi daerah yang berada di perbatasan negara tersebut.

Albert Kofit mengatakan membangun Indonesia yang bersatu hendaknya belajar dari kearifan lokal yang masih dijaga di daerah-daerah seperti di MBD.

“Jika ingin membangun Indonesia yang bersatu maka kita tidak perlu banyak belajar dari negara luar. Kita justru mesti belajar dari daerah-daerah kita di Indonesia yang masih sangat kuat mengelola persatuan dengan kearifan lokalnya,” kata Albert Kofit.

Menurutnya, dengan mekanisme dan kekuatan budaya lokal di masing-masing daerah mampu mengelola perbedaan dan kemajemukan, seperti di MBD.

“Mengindonesia yang damai dan bersatu, kita mesti belajar dari nilai-nilai luhur bangsa. Pancasila dan kearifan lokal yang mampu mengikat rasa cinta terhadap persatuan Indonesia,” ungkapnya.

Selain  itu, ia juga menyentil pentingnya mengelola dan mengkonsolidasi Indonesia yang bersatu dengan pemerataan ekonomi dan kesejahteraan.

“Membangun indonesia yang bersatu, adil dan damai, bagi kami harus diikuti oleh distribusi kebijakan ekonomi dan pembangunan yang merata dan menyentuh kebutuhan masyarakat.  Kami di MBD kental dengan jargon “Garuda Indonesia di dada kami, tetapi perut kami di Timor Leste”. Karena itu, kami memohon agar negara harus hadir untuk memberi ruang lebih besar bagi pensejahteraan masyarakat,” tandasnya.

Albert Kofit mengaku, masyarakat MBD saaat ini menginginkan kebijakan BBM satu harga. Selain juga berharap negara mengikat Indonesia dengan moda dan armada transportasi antar pulau yang memadai. Tak hanya itu, masyarakat juga ingin fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan harus mendapat perhatian sebab faktanya masyarakat banyak yang berobat di Timor Leste.

“Masyarakat di MBD khususnya di Pulau Wetar masih lebih ‘mencari makan’ (memenuhi kebutuhan pokoknya) di Timor Leste. Oleh karena itu, kami sangat membutuhkan kehadiran negara melalui sejumlah kebijakan pembangunan dan program yang mensejahterakan masyarakat di wilayah perbatasan di MBD yang merupakan teras Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ungkapya. (MT-03)

Komentar

News Feed