oleh

Teliti Karakteristik Gempa Susulan, Seismograf Mulai Dipasang di 11 Lokasi

-Bencana-2.646 views

AMBON – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) serta Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mulai memasang 11 seismograf di sejumlah lokasi di Provinsi Maluku.

Pemasangan dimaksudkan sebagai upaya memahami lebih lanjut karakteristik gempa susulan pasca gempa berkekuatan magnitudo M 6,5 yang terjadi Kamis (26/9/2019)  lalu.

Pemasangan perdana dilakukan di kompleks Stasiun Meteorologi Maritim Ambon di Desa Latuhalat, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Maluku, Jumat (18/10/2019).

PEMASANGAN SEISMOGRAF – Petugas BNPB, BMKG dan ITB memasang seismograf di kompleks Stasiun Meteorologi Maritim Ambon di Desa Latuhalat, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Maluku, Jumat (18/10/2019).

“Ini adalah alat pencatat gempa. Jadi kita ingin mengetahui aktifitas gempa susulan pasca gempa berkekuatan magnitudo M 6,5 yang terjadi Kamis (26/9/2019)  lalu,” ungkap Kasubdit Peringatan Dini BNPB, Abdul Muhari kepada wartawan di Stasiun Meteorologi Maritim Ambon, Jumat (18/10/2019).

Menurutnya, sesuai arahan Kepala BNPB Doni Monardo, pihaknya selain bekerja pada tahapan tanggap darurat juga harus memikirkan langkah-langkah kedepan.

PEMASANGAN SEISMOGRAF – Petugas BNPB, BMKG dan ITB memasang seismograf di kompleks Stasiun Meteorologi Maritim Ambon di Desa Latuhalat, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Maluku, Jumat (18/10/2019).

“Kita juga harus melihat dan berpikir kedepan kira-kira seperti apa. Langkah pemasangan seismograf ini untuk mengetahui secara detail seperti apa aktifitas gempa susulan. BNPB kemudian bekerja sama dengan ITB dan BMKG untuk menaruh alat ini di sejumlah lokasi khusus untuk memantau aktifitas gempa susulan agar bisa tahu proses yang terjadi seperti apa. Apakah ini memang murni energy atau ada hal lain yang harus menjadi perhatian kita bersama,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, seismogra tersebut akan dipasang di 11 lokasi yaitu 4 lokasi di Pulau Ambon, 4 lokasi di Pulau Seram, 1 lokasi di Pulau Haruku dan 2 lokasi di Pulau Saparua.

PEMASANGAN SEISMOGRAF – Petugas BNPB, BMKG dan ITB memasang seismograf di kompleks Stasiun Meteorologi Maritim Ambon di Desa Latuhalat, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Maluku, Jumat (18/10/2019).

“Kita bisa memetakan aktifitas gempa susulam gimana agar upaya mitigasi kita bisa terarah. Jadi ini alat pengukur gempa yang secara lokal yang kita install secara khusus memberikan data karakteristik gempa susulan seperti apa karena dampak masih dirasakan masyarakat,” jelansya.

Ia mengatakan, pemasangan instalasi 11 unit seismograf tersebut diperkirakan akan rampung 10 hari kedepan dan akan dipasang selama 2 bulan.

PEMASANGAN SEISMOGRAF – Petugas BNPB, BMKG dan ITB memasang seismograf di kompleks Stasiun Meteorologi Maritim Ambon di Desa Latuhalat, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Maluku, Jumat (18/10/2019).

“Terhitung tiga minggu dari pemasangan alat maka kita akan ambil datanya. Jadi diharapkan dalam satu bulan kedepan bisa kita mengungkapkan sesuatu tentang apa yang bisa kita pahami dari aktifitas gempa susulan di Pulau Ambon dan sekitarnya secara umum. Alatnya tetap dipasang selama dua bulan. Tiga minggu kemudian sejak dipasang kita akan ambil data ganti sambil ganti sumber energinya nanti bulan kedua sebelum deinstalasi alat kita juga ambil datanya,” katanya.

Abdul Muhari menambahkan, jika dibandingkan dengan gempa bumi yang terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat ternyata gempa bumi yang terjadi di Provinsi Maluku jauh lebih banyak. “Kalau kita membandingkan dua bencana ini perbendaannya sangat sifginikan. Gempa susulan di Lombok itu sekitar 363 dalam waktu tiga bulan sementara di Maluku tercatat sudah terjadi 1.666 gempa susulan dalam waktu dua minggu,” jelasnya.

Hadir juga dalam pemasangan seismograf tersebut, Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Geofisika Ambon Andi Azhar Rusdin, Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Ambon Ashar serta Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Maluku John M Hursepuny.  (MT-04)

Komentar

News Feed