oleh

Gubernur Maluku Pimpin Upacara Hari Guru Nasional di Namlea

-Pendidikan-136 views

AMBON – Gubernur Maluku Murad Ismail memimpin upacara Hari Guru Nasional sekaligus HUT ke-74 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang dipusatkan di Kota Namlea Kabupaten Buru, Senin (2/12/2019).

Upacara dihadiri ribuan guru di kabupaten Buru dan perwakilan dari Pemprov Maluku ini dipusatkan di Alun-alun Bupolo, Kota Namlea, Kabupaten Buru.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim dalam sambutannya yang dibacakan Gubernur mengatakan, tugas guru adalah yang termulia sekaligus yang tersulit sebab guru ditugasi untuk membentuk masa depan bangsa, namun lebih sering diberi aturan dibandingkan dengan pertolangan.

“Guru juga tahu bahwa setiap anak memiliki kebutuhan berbeda, tetapi keseragaman telah mengalahkan keberagamaan sebagai prinsip dasar birokrasi. Guru juga ingin setiap murid terinspirasi, tetapi tidak diberi kepercayaan untuk berinovasi. Saya tidak akan buat janji-janji kosong kepada Anda. Perubahan adalah hal yang sulit dan penuh dengan ketidaknyamanan. Satu hal yang pasti, saya akan berjuang untuk kemerdekaan belajar di Indonesia,” tandasnya.

Dikatkan, guru ingin membantu murid yang mengalami ketertinggalan di kelas, tetapi waktu guru habis untuk mengerjakan tugas administratif tanpa manfaat yang jelas.

“Guru tahu betul bahwa potensi anak tidak dapat diukur dari hasil ujian, tetapi terpaksa mengejar angka karena didesak berbagai pemangku kepentingan. Guru ingin mengajak murid keluar kelas untuk belajar dari dunia sekitarnya, tetapi kurikulum yang begitu padat menutup pintu petualangan,” katanya.

Upacara tersebut juga dihadiri Ketua DPRD Maluku, Lucky Watimury, Wakil Ketua DPRD Maluku,Azis Sangkala, Anggota DPRD Maluku dapil Pulau Buru, Aziz Hentihu, Kadis Pendidikan Maluku Saleh Thio, Wakil Bupati Amos Besan.

Turut hadir pula, Bunda PAUD Maluku, Ny Widya Murad Ismail dan Bunda PAUD Kabupaten Buru, Sukmawati Umasugi, dan sejumlah pimpinan OPD. (MT-04)

Komentar

News Feed