oleh

SAR Duga KLM Panji Saputra Tenggelam di Perairan Maluku

-Daerah-1.213 views

AMBON –Kapal Layar Motor (KLM) Panji Saputra yang mengangkut 25 drum avtur yang hilang kontak sejak berlayar 7 Januari 2020 lalu diduga tenggelam di perairan Maluku.

Dugaan tersebut diungkapkan Kepala Kantor SAR Ambon, Muslimin setelah personel Pos SAR Tual mengecek drum avtur maupun perlengkapan milik KLM Panji Saputra yang ditemukan warga Desa Tayando Ohoiel, Kecamatan Pulau Tayando Tam, Kota Tual, Selasa (21/1/2020).

Warga tak hanya menemukan 8 buah drum avtur, satu kursi dan penutup dek KLM Panji Saputra, namun juga menemukan tas berisi Pakaian Dinas Lapangan (PDL) atas nama Serda Aswandi Ali. Ia merupakan salah satu personel Perbekalan dan Angkutan (Bekang) Kodam XVI Pattimura  yang turut serta dalam pelayaran tersebut.

“Personel Pos SAR Tual sudah tiba di lokasi penemuan 8 buah drum BBM avtur di sekitar Kepulauan Tayandu – Kota Tual. Ternyata memang benar itu drum avtur serta perlengkapan yang ada di kapal maupun milik personel Kodam Pattimura yang turut serta dalam pelayaran. Berdasarkan penemuan tersebut, kita menduga kapal tersebut telah tenggelam,” ungkap Muslimin, kepada malukuterkini.com, Rabu (22/1/2020).

DRUM AVTUR – Personel Pos SAR Tual mengecek drum BBM jenis avtur yang ditemukan warga di sekitar Kepulauan Tayandu – Kota Tual, Selasa (21/1.2020).

Muslimin belun mau berkomentar terlalu banyak. Ia hanya menyampaikan kalau proses pencarian terus dilakukan dan sementara barang-barang yang ditemukan terapung sudah dievakuasi dan diamankan di rumah penjabat Desa Tayando Ohoiel, Kecamatan Pulau Tayando Tam, Kota Tual . “Sementar sudah diamankan di rumah pejabat desa setempat,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, KLM Panji Saputra, hilang kontak dalam perjalanan dari Kota Ambon menuju Saumlaki – Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Moa – Kabupaten Maluku Barat Daya.  Kapal berangkat dari Ambon sejak 7 Januari 2020 dan sesuai estimasinya harusnya tiba di Saumlaki pada 11 Januari 2020. Namun hingga kini tak pernah tiba di pelabuhan tujuan dan juga hilang kontak.

Kapal yang memiliki panjang 10 meter dan lebar 2 meter serta berwarna hijau mengangkut 6 orang yang terdiri dari 4 ABK dan 2 personel Perbekalan dan Angkutan (Bekang) Kodam XVI Pattimura.

Empat ABK diketahui bernama La Mufik, La Jau, La Ongki dan Muhammad Juniarto Dua personel Bekang Kodam XVI Pattimura itu bernama Serda Aswadi Ali dan Pratu Midun. (MT-04)

Komentar

News Feed