oleh

Jelang Penutupan Lokalisasi, Pengurus Wanita Islam Sambangi Tanjung Batu Merah

AMBON – Menjelang penutupan dan pemulangan para PSP di lokalisasi Tanjung Batu Merah – Ambon, Pengurus Wanita Islam Maluku merasa terpanggil dan langsung turun ke lokasi tersebut.

Ketua Wanita Islam Maluku, Irma Betaubun didampingi sejumlah pengurus, Selasa (4/2/2020) sore menjelang malam bertatap muka langsung dengan para PSP dan pemilik-pemilik wisma maupun cafe serta kios di lokalisasi tersebut.

Di sela-sela kunjungan itu, seluruh PSP, pemilik cafe maupun wisma menyatakan siap untuk keluar hanya saja belum ada solusi yang baik dari Pemkot Ambon.

Bahkan mereka menilai terkesan terburu-buru namun yang dijanjikan tidak terealisasi.

“Boleh ditutuplah tetapi paling tidak kasih kami jangka waktu. Sesuai surat awal katakan 2021. Kami juga disini punya hutang. Paling tidak kasih kesempatan dulu buat kita,” ungkap Lasmini salah satu PSP asal Tuban.

Begitu pula sejumlah pemioik wisma kios dan lainnya yang jug mengeluhkan yang sama pasalnya tidak ada bekal atau palatihan atau hal lain yang bisa dijadikan solusi oleh pemerintah sebelum menutupnya.

Menyikapi hal itu, Ketua Wanita Islam Maluku Irma Betaubun yang melakukan dialog dan tatap muka dengan para PSP menyampaikan semua pihak tentunya mendukung penutupan lokalisasi namun harus ada solusi sehingga tidak beradampak buruk bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

“Harus ada  solusi untuk menyelesaikan persoalan yang ada disini diantaranya ketika mereka disuruh pulang dikawal sampai tempat tujuannya mereka. Siapa yang menjamin mereka dengan tidak memiliki ketrampilan. Lalu apakah mereka bisa hidup disana ataukah akan kembali lagi ke Ambon dan kalau kembali mereka tidak akan ke tempat sini melainkan ke kos-kos dan membuat lokasilisasi kecil-kecil dan itu yang bermasalah,” tandas Irma. (MT-04)

Komentar

News Feed