oleh

Dampak Gempa di Laut Seram, Pabrik Kelapa Sawit Nusa Ina Rusak Berat

-Bencana-777 views

AMBON – Bangunan pabrik pengolahan kelapa sawit milik PT Nusa Ina Yang berada di lokasi Kecamatan Seram Utara Timur Kobi rusak berat akibat gempa yang terjadi Sabtu (8/2/2020) sore.

Gempa tersebut terasa di di kawasan Kecamatan Seram Utara, Seram Utara Timur Kobi dan Seram Utara Timur Seti.

Hal ini diungkapkan Raja Kobi Mustafa Kiahaly kepada malukuterkini.com, Sabtu (8/2/2020).

Menurutnya, hingga malam ini sudah sekitar 20 kali gempa susulan namun kondisi warga tidak panik dan tidak ada yang mengungsi.

“Dampaknya di PT Nusa Ina rusak parah. Kemudian ada rumah di Desa Sariputi, Kobi Mukti  Jalur 1. Dan beberapa tempat. Ada sekitar lima rumah,. Warga tidak panik. Sampai malam ini sudah 20 kali susulan,” ungkapnya.

RUSAK – Pabrik pengolahan kelapa sawit milik PT Nusa Ina yang berada di Kecamatan Seram Utara Timur Kobi rusak berat akibat gempa yang terjadi Sabtu (8/2/2020) sore.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Malteng, Bob Rahmat yang dikonfirmasi belum mau berkomentar. Ia mengaku saat ini tim masih menginventarisir total kerusakan.

“Jumlah kerusakan ada. Tetapi masih diinventarisir karena ada rumah warga, maupun pihak swasta. Angka jumlah pasti. Nanti akan disampaikan setelah terdata,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, sesuai catatan BMKG, gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo M 5,6 mengguncang wilayah Laut Seram – Maluku, Sabtu (8/2/2020) pukul 15.36.46 WIT.

“Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter awal dengan magnitudo M=5,6 yang kemudian dimutakhirkan menjadi Mw=5,4. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 2.85 LS dan 129.93 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 68 km arah Barat Laut Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku pada kedalaman 29 km,” ungkap Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono dalam keterangan tertulisnya yang diterima malukuterkini.com, Sabtu (8/2/2020).

Hingga Sabtu (8/2/2020) malam, telah terjadi beberapa kali gempa susulan di kawasan tersebut. (MT-04)

Komentar

News Feed