Sekilas Info

Berlatih Di Tengah Pandemi Covid-19 Menuju PON XX

BERLATIH – Sejumlah atlet anggar berlatih saat Pelatda Kontingen Maluku menuju PON XX/Papua di Hall Anggar, Kawasan Karang Panjang – Ambon, Sabtu (24/10/2020).

Imbas Covid-19, turut menerpa dunia olahraga termasuk persiapan yang dilakukan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Maluku menjelang PON XX/2021-Papua. Protokol Kesehatan pun diterapkan saat para atlet berlatih.

KONI Provinsi Maluku memang telah menyiapkan 43 atlet dari 13 cabang olahraga sejak pertengahan Januari 2020 lalu mengikuti Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) Kontingen Maluku menuju PON XX/Papua yang semula akan digelar Oktober 2020. Namun menyusul adanya pandemi Covid-19, maka Pelatda dihentikan sejak 23 Maret 2020. Begitu juga PON XX/Papua ditunda hingga Oktober 2021.

13 cabang olahraga  yang akan diikuti atlet Maluku di PON XX/2021-Papua yaitu Anggar, Atletik, Bermotor, Catur, Dayung, Karate, Kempo, Layar, Muaythai, Selam, Taekwondo, Tinju dan Wushu.

Pelaksanaan Pelatda PON XX Kontingen Maluku mengalami perubahan  pola latihan yang sangat drastis. Semula, pada masa sebelum pandemi, para atlet dan pelatih maupun Satgas yang dibentuk KONI bertemu langsung di venue tempat latihan, namun kemudian berubah menjadi berlatih mandiri di rumah masing-masing.

Memang pernah terjadi ada atlet terpaksa tidak latihan bersama karena memiliki kepentingan tertentu, misalnya karena harus mengikuti ujian di kampus atau sekolah. Namun hal itu terjadi hanya beberapa hari, paling lama satu minggu, dan sesudah ujian selesai, si atlet dapat berlatih bersama kembali. Sementara pada pandemic Covid-19 ini, para atlet tidak diperkenankan lagi latihan bersama.

Laporan pemantauan hanya dilakukan melalui kontak telepon, kiriman foto dan video, sehingga pelaksanaan latihan mengalami perubahan drastis dan kurang efektif,  terutama karena fasilitas latihan di rumah masing-masing sangat beragam, dan aktivitas latihan menjadi sangat berbeda.

Latihan hanya beorientasi pada menjaga kebugaran fisik di tengah keterbatasan. Sementara untuk latihan teknik, hasilnya  lebih minim lagi, karena keterbatasan alat dan variasi latihan.

Hal ini sangat penting, KONI Maluku mengambil kebijakan agar sampai dengan akhir tahun 2020 ini, rancangan program latihan berada pada Tahap Persiapan Umum. Sungguh merupakan masa tahap persiapan umum  yang panjang .Sekali lagi, para atlet dan pelatih wajib memahami dan melakukan protokol kesehatan yang telah ditetapkan, dengan catatan tetap mengikuti dan mematuhi kebijakan Pemerintah Provinsi Maluku maupun instansi lainnya.

Kini KONI Provinsi Maluku kini mengintensifkan Pelatda Mandiri menjelang PON XX/2021-Papua.

Sejak 24 Agustus 2020 lalu, Pelatda Mandiri telah diaktifkan setelah sebelumnya terhitung 23 Maret 2020, aktivitas Pelatda PON dihentikan menyusul adanya pandemi Covid-19.

Namun pelaksanaan pelaksanaan Pelatda PON XX/2021-Papua dilakukan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan

Ketua Harian KONI Provinsi Maluku, Agus Lomo mengatakan, pelaksanaan Pelatda PON XX/2021-Papua dilakukan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

"Terhitung 24 Agustus 2020 lalu, kita telah memulai kembali Pelatda Mandiri, namun pelaksanaanya tetap memgancu pada protokol kesehatan,” kata Agus Lomo kepada malukuterkini.com, Sabtu (24/10/2020).

Menurutnya, pelaksanaan Pelatda Mandiri PON XX/2021-Papua difokuskan untuk menjaga kebugaran tubuh dari masing-masing atlet.

“Keputusan itu kita ambil karena sejak menghentikan sementara pelatda terhitung 23 Maret 2020 lalu, maka KONI mengembalikan para atlet ke masing-masing Pengurus Provinsi (Pengprov) Cabang Olahraga, sehingga setelah ada keputusan PON ditunda hingga Oktober 2021 serta kondisi daerah akibat pandemi Covid-19 maka kita lanjutkan lagi pelatda namun secara mandiri," ungkapnya.

TEST FISIK – Sejumlah atlet mengikuti test fisik Pelatda Kontingen Maluku menuju PON XX/Papua di Stadion Mandala Remaja, Kawasan Karang Panjang – Ambon, Sabtu (24/10/2020).

Ia menjelaskan, pelatda mandiri maka para atlet tidak semuanya berlatih terpusat pada suatu tempat.

“Jadi konsepnya berlatih secara mandiri , sehingga para atlet tidak dikumpulkan dan diinapkan pada suatu lokasi. Atlet yang tempat domisilinya jauh dari Kota Ambon maka akan berlatih mandiri di lokasinya dibawah pantauan pelatih maupun Satgas PON yang dibentuk KONI  secara virtual. Pola latihan ini sudah kita terapkan sejak 24 Agustus 2020 hingga saat ini,” jelasnya.

Sebagai upaya menekan penyebaran Covid-19, para atlet, pelatih maupun Satgas yang sementara mengikuti Pelatda pun telah dibaikan masker dan hand sanitizer. Hal itu sesuai protokol kesehatan.

Masker dan hand sanitizer tersebut diberikan KONI Provinsi Maluku kepada para patriot olahraga serta pengurus KONI dan Satgas PON.

Sebelumnya Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) secara resmi menerbitkan protokol kesehatan untuk kegiatan olahraga di tengah kenormalan baru. Protokol inilah yang akan jadi panduan buat cabang olahraga untuk melakukan latihan atau menggelar kejuaraan.

Panduan itu tertuang dalam surat nomor 6.11.1/Menpora/VI/2020 tentang Protokol Pencegahan Penularan Covid-19 pada Kegiatan Kepemudaan dan Keolahragaan dalam Mendukung Keberlangsungan Pemulihan Kegiatan Melalui Adaptasi Perubahan Pola Hidup dalam Tatanan Kenormalan Baru.

Secara umum, panduan ini mengatur hal-hal umum seperti jaga jarak, penggunaan masker, dan juga cuci tangan. Secara khusus, protokol ini mengatur kegiatan olahraga seperti pelatihan nasional dan daerah, serta kejuaraan nasional dan daerah.

Panduan ini bersikap umum. Pasalnya, karakter tiap cabang olahraga berbeda-beda. "Namun, cabor tetap wajib mematuhi pedoman ini karena ada beberapa hal yang aturannya cukup rinci, meskipun cabor punya aturan kesehatan sendiri," ujar Sekretaris Kemenpora, Gatot S Dewa Broto dalam keterangan resminya beberapa waktu lalu.

Kemenpora membagi tiga tahapan dalam kegiatan olahraga. Tahap pertama, kegiatan olahraga boleh dilakukan kembali tiap-tiap induk cabang olahraga individu dengan tetap menerapkan protokol pencegahan Covid-19 yang ketat.

Sementara olahraga tim masuk ke dalam tahap II. Pada tahap II ini juga mengatur kegiatan kejuaraan di dalam negeri. Disebutkan, sebuah kompetisi olahraga bisa digelar jika sudah mendapat izin dari pemerintah dan dilakukan secara terbatas, tanpa penonton.

Pada tahap ketiga, Kemenpora sudah mengizinkan cabor untuk menggelar uji coba dalam dan luar negeri. Kompetisi olahraga pun boleh diselenggarakan dengan penonton maksimal 30 persen dari kapasitas yang tersedia.

Namun, Kemenpora tak menyebutkan secara rinci waktu pelaksanaan dari tiga tahapan tersebut. Hal ini bakal disesuaikan dengan perkembangan terkini pandemic Covid-19 dan kebijakan dari gugus tugas percepatan penanganan Covid-19.

Pelatih Anggar Maluku, Agus Manuhuttu kepada malukuterkini.com, Sabtu (24/10/2020) mengaku pihaknya protokol kesehatan menjadi acuan penting pihaknya dalam berlatih menuju PON XX/2021.

“Para atlet memang sudah diinstruksikan untuk memastikan diri dalam kondisi sehat sebelum menuju tempat kegiatan. Jika ada gejala sakit, maka disarankan untuk tidak mengikuti latihan dan harus segera memeriksakan diri. Selama latihan juga tetap memperhatikan jaga jarak/physical distancing minimal 1 meter saat berhadapan satu sama lain saat berlangsungnya latihan,” katanya.

Semoga dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat maka para atlet maupun pelatih yang mengikuti Pelatda Kontingen Provinsi Maluku menuju PON XX/2021-Papua terbebas dari Covid-19. Selain itu dapat berprestasi di ajang PON nantinya. (malukuterkini.com/izaac m tulalessy)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!