Sekilas Info

Polisi Tahan 24 Tersangka Pengrusakan & Pembakaran Rumah Warga Lohiatala

AMBON - Sebanyak 24 warga ditetapkan sebagai tersangka kasus pengancaman, pengrusakan, pembakaran yang terjadi di Desa Lohiatala, Kecamatan Kairatu Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) yang mengakibatkan tiga rumah rusak.

"Terhadap peristiwa tersebut penyidik Polres SBB telah menetapkan 24 orang tersangka. 4 diantaranya masih anak-anak  sehingga tidak dilakukan penahanan.  Diduga  ada 5 orang yang merupakan aktor utama dari kejadian tersebut yaitu JN, CT, RT, FR, dan PT. Khusus kepada anak sebagai pelaku akan dilakukan diproses berdasarkan UU Sistim Peradilan Anak," jelas Kapolres SBB AKBP Bayu Tarida Butarbutar dalam keterangan persnya di Mapolres SBB, Selasa (27/10/2020).

Kapolres membeberkan,  kasus ini  bermula pada 10 September 2020 adanya seorang warga Lohiatala, Riki Nikolebu yang kerasukan dan menyebutkan nama seseorang yang kemudian oleh warga menjustifikasi sebagai suanggi.

Akibatnya masyarakat berbondong-bondong menuju rumah warga tersebut  dan  kemudian melakukan pengancaman   dengan cara mencari yang bersangkutan dengan menggunakan sebilah parang dan mengancam akan membunuhnya yang bersangkutan apabila bertemu.

Selanjutnya pada  tanggal 12 September 2020, terjadi kembali persitiwa yang sama ketika Riki Nikolebu mengalami kerasukan dan menyebutkan nama-nama warga yang kemudian dijustifikasi sebagai suanggi.

Lagi-lagi  warga Desa Lohiatala secara  menuju ke rumah Piter Touwely, Godlief Sardely dan Suzana Nikolebu yang dituding sebagai suanggi dan melakukan pengrusakan serta pembakaran.

"Akibat kejadian itu, rumah Suzana Nikolebu rusak parah karena dirusak oleh tersangka  CT dan  RT.  Rumah Piter Touwely rata dengan tanah karena dirusak dan dibakar oleh  BR, GKR, AS, YAT, ST, BT, PN dan PM. Sedangkan rumah Godlief Sardely rusak parah karena dirusak dan sebagian besar dibakar oleh  CT, FR, FN, YL, PK, MM, RT, DM, AS, YAT, AL, GM dan YM," jelasnya.

Para tersangka sambung Kapolres  dijerat dengan  pasal 170 ayat (1) jo pasal 406 KUHP jo Pasal 55 KUHP ancaman hukuman 5 tahun dan yang terlibat melakukan pembakaran dikenakan pasal 187 KUHP, 170 KUHP jo pasal 406 KUHP jo pasal 55 KUHP ancaman hukuman 12 tahun. Sedangkan yang melakukan pengancaman dengan senjata tajam dikenakan pasal 335 KUHP jo pasal 2 ayat UU Darurat nomor  12 thn 1951 ancaman hukuman.

"Kita sudah ambil langkah-langkah untuk mengantisipasi kerawanan yang terjadi pasca kejadian tersebut sehingga Kapolsek Kairatu Barat secara intensif memberikan himbauan kepada warga agar tidak terprovokasi dan hormati proses hukum yang sementara dilakukan oleh Satreskrim Polres SBB. Kini penyidik telah melakukan proses hukum secara profesional, transparan, dan akuntabel,” ungkapnya.

Ia menambahkan, direncanakan minggu depan berkas perkara kasus di Desa Lohiatala akan dilimpahkan tahap I untuk dilakukan penelitian berkas perkara oleh Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Seram Bagian Barat. (MT-04)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!