Sekilas Info

Jadi Ketua MPH Sinode GPM, Ini Komentar Maspaitella

PENJELASAN PERS - Ketua MPH Sinode GPM periode 2020 – 2025, Pendeta Elifas Tomix Maspaitella (kanan) didampingi Ketua Panpel Sidang ke-38 Sinode GPM Tonny Pariela memberikan penjelasan kepada wartawan di Hotel Mutiara Ambon, Kamis (18/2/2021).

AMBON - Ketua Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM), Pendeta Elifas Tomix Maspaitella menyampaikan terima masih setelah mendapat dukungan maupun harapan, jemaat dan masyarakat luas, memimpin MPH Sinode 5 tahun kedepan  2020-2025.

“Terima kasih dan syukur ini  karena semua proses ini sudah bisa berlangsung sampai di tahap saat ini. Karena itu saya berterima kasih untuk seluruh pelayan dan jemaat yang selama ini menopang GPM dalam pergumulan," ungkapnya kepada wartawan di Hotel Mutiara Ambon, Kamis (18/2/2021).

Maspaitella mengatakan, kepemimpinannya lima tahun  akan berjalan sesuai keputusan Sidang ke-38 Sinode GPM pada program tahunan 2021 sesuai pola induk pelayanan dan rencanan induk pengembangan pelayanan GPM.

“Dalam kaitan itu, GPM tetap mengembangkan pola pelayanan dalam semangat pastoralia sebab apapun juga masalah bergereja mesti dapat diselesaikan dalam pendekatan pastoralistik,” katanya.

Maspaitella yang sebelumnya Sekretaris Umum MPH Sinode GPM periode 2015 – 2020 mengaku ada banyak masalah dalam hidup bergereja tetapi mesti dapat menyelesaikan dengan meningkatkan komunikasi pastoralia.

“Hal lainnya, karakter pelayanan gereja, karakter umat, akan tetap berusaha ditingkatkan dengan menumbuhkan kesadaran bergereja di seluruh pelayanan dan warga gereja. Ini semata-mata untuk menggerakan partisipasi dan dukungan seluruh jemaat untuk melaksanakan amanat Tuhan ditengah dunia, baik di sinode, klasis, maupun jemaat,” ungkapnya.

GPM kata Maspaitella, juga akan tetap terpanggil merawat keutuhan bangsa dengan menjadikan keragaman, potensi kekuatan untuk merajut persaudaraan, semangat gereja orang basudara, yang akan tetap menjadi bagian dari gerak langkah GPM ditengah-tengah bangsa.

"Kita juga dapat menjamin keadilan. Karena itu kita akan berusaha untuk membangun koinonia yang lebih tranformatis baik Gereja sendiri maupun diantara umat beragama, dan stakeholders yang laim termasuk pemerintah," katanya.

Dijelaskan, GPM sudah saatnya mengaungkan seluruh pranata-pranata teologi, pranata-pranata sosial lokal yang menjadi nilai universal untuk merajut jalinan keagamaan di seluruh dunia.

"Saya kira itu panggilan GPM untuk mewartakan misi damai sejahtera Allah di Indonesia dan seluruh Dunia sesuai visi misi kita," jelas Maspaitella.

Terkait kepemimpinnya sampai 2025 mendatang, ia berharap seluruh warga jemaat GPM tetap membangun hidup keluarga dan rumah tangga mereka sebagai keluarga dan rumah tangga berkualitas, beriman.

“Karena itu, pendidikan anak perlu ditingkatkan sebab kualitas pendidikan mereka ada jaminan bagi masa depan masyarakat, bangsa,” ujarnya.

Maspaitella menaruh harapan ditengah situasi pandemi semua orang fokus pada pendidikan anak dalam situasi online, karena mereka harus beradaptasi dengan pola yang baru. “Gereja juga harus dapat menjamin masa depan anak-anak,” katanya.

Baca Juga: Pendeta Elifas Maspaitella Terpilih Pimpin Sinode GPM

Sebagaimana diketahui, Pendeta Elifas Tomix Maspaitella terpilih sebagai Ketua MPH Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM) periode 2020 – 2025 dalam pemilihan yang berlangsung dalam Sidang Ke-38 Sinode GPM di Gereja Maranatha, Ambon, Kamis (18/2/2021).

Pendeta Elifas Maspaitella yang sebelumnya menjabat Sekretaris Umum MPH Sinode GPM periode tahun 2015 – 2020 itu memperoleh 202 suara dari 274 peserta siding yang memiliki hak suara.

Baca Juga: Terpilih Pimpin Sinode GPM, Maspaitella Akan Berupaya Hidupkan Ekonomi Jemaat

Sementara kandidat lainnya Pendeta Z I Sapulette hanya memperoleh 69 suara, sementara 3 suara lainnya dinyatakan tidak sah. (MT-04)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!