AMBON, MalukuTerkini.com – Kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Provinsi Maluku mematangkan kesiapan menuju Pesparawi Nasional XIV/2026 di Manokwari, Papua Barat, 18 – 28 Juni 2026.
Hal itu ditandai dengan Pemusatan Latihan yang mulai berlangsung di Wisma Samadi Gonzalo Veloso, Ambon, Rabu (27/5/2026).
Ketua Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Provinsi Maluku Paulus Kstanya menjelaskan pemusatan latihan akan berlangsung 27 Mei – 16 Juni 2026.

Ia merincikan, para peserta pemusatan latihan terdiri dari Paduan Suara Dewasa Campuran (40 orang), Paduan Suara Remaja Pemuda (40 orang), Paduan Suara Anak (30 orang), Paduan Suara Pria (30 orang), Paduan Suara Wanita (30 orang), Vokal Grup (11 orang), Musik Pop Gereja (10 orang), Solo Anak Remaja Pemuda Putra (1 orang), Solo Anak Remaja Pemuda Putri (1 orang), Solo Anak 7-9 Tahun (1 orang), Solo Anak 10-15 Tahun (1 orang) dan Musik Gereja Nusantara (30 orang).
“Para peserta akan dilatih oleh tim pelatih yang dipimpin oleh Brancly Picanussa beranggotakan 18 oang,” rinciya.
Dikatakan, para peserta berasal dari Kota Ambon (96 orang), Kota Tual (45 orang), Maluku Barat Daya (36 orang), Maluku Tengah (18 orang), Seram Bagian Barat (11 orang), Kepulauan Tanimbar (4 orang), Buru Selatan (4 orang), Kepulauan Aru (3 orang), dan Maluku Tenggara (2 orang).
Sementara itu, Asisten Administrasi Umum Sekda Provinsi Maluku DN Kaya mengatakan dari nada-nada yang dinyanyikan, lahir pesan kasih, persaudaraan, pengharapan, dan damai sejahtera, sehingga saat kontingen Maluku melangkah ke panggung nasional, sesungguhnya yang dibawa bukan hanya kemampuan vokal, tetapi juga jati diri sebagai orang bersaudara.
“Kita adalah masyarakat yang terbiasa hidup dalam irama kebersamaan. Di dalam nyanyian, kita menemukan persaudaraan. Dalam pujian kepada Tuhan, kita dipersatukan melampaui sekat-sekat perbedaan. Itulah kekuatan Maluku yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda,” katanya.
Menurutnya, pemusatan latihan bukan hanya tempat melatih teknik bernyanyi dan olah vokal, tetapi juga tempat membangun disiplin, kekompakan, karakter, kerendahan hati, dan semangat melayani.
“Kemenangan sejati tidak hanya diukur dari medali dan piala, tetapi dari kemampuan menghadirkan kemuliaan Tuhan melalui talenta yang dimiliki,” ungkapnya.
Ia berpesan kepada para peserta untuk berlatihlah dengan sungguh-sungguh, jaga kesehatan, bangun kekompakan, dan tunjukkan bahwa anak-anak Maluku mampu tampil dengan kualitas, etika, dan iman yang kuat.
“Datanglah ke Manokwari bukan dengan rasa minder, tetapi juga bukan dengan kesombongan. Karena Tuhan tidak pernah berkenan kepada orang yang sombong. Tuhan akan berkenan kepada orang-orang yang membawa damai dan menjaga persaudaraan yang rukun dengan hati tulus penuh kasih. Ingatlah, suara yang indah akan menyentuh telinga manusia, tetapi hati yang tulus akan menyentuh hati Tuhan. Karena itu, biarlah setiap lagu yang dinyanyikan menjadi persembahan yang hidup bagi kemuliaan-Nya,” ungkapnya. (MT-01)



Tinggalkan Balasan