MANOKWARI, MalukuTerkini.com – Paduan Suara Musik Gereja Nusantara (MGN) Provinsi Maluku sukses memukau dewan juri dan penonton dalam ajang Pesparawi Nasional XIV/2026.

Tampil di Aula Utama Universitas Papua (UNIPA), Manokwari, Sabtu (27/6/2026), paduan suara bumi seribu pulau ini menyajikan performa berkelas tinggi yang mengawinkan kematangan vokal klasik dengan roh tradisi Nusantara yang magis. Pada kategori ini. setiap paduan suara akan menanpilan satu lagu khas daerahnya dan satu lagu khas dari daerah lainnya di Indonesia.

Maluku yang dikenal sebagai salah satu lumbung penyanyi berbakat , membuktikan kelasnya melalui eksekusi dua lagu dengan tingkat kesulitan tinggi, yakni lagu lokal “Mei” karya Meykel HD Imuly dan lagu daerah lain “Pujilah Tuhan, Hai Seg’nap UmatNya” ciptaan Agstya Rama Listya.

Saat membawakan lagu lokal “Mei”, PS MGN Maluku langsung menggebrak dengan karakter vokal yang sangat kuat khas Indonesia Timur.

Pada bagian pembuka yang bertempo lambat dan kontemplatif, pembagian suara antara Sopran, Alto, Tenor, dan Bass (SATB) terdengar sangat solid dan penuh penjiwaan.

Ketangguhan teknik vokal mereka diuji saat lagu berpindah dari tempo lambat menuju ketukan cepat (up-beat). Transisi ini dieksekusi dengan sangat rapi dan mulus. Nada tinggi dari sektor sopran terdengar tetap stabil dan bulat, ditopang oleh fondasi bass yang kokoh di bagian harmoni dengan interval khas musik Nusantara.

Tak hanya mengandalkan olah suara, paruh kedua lagu “Mei” diselimuti dengan koreografi yang sangat energik. Hebatnya, perpindahan formasi yang lincah tersebut dilakukan secara teratur tanpa mengorbankan kualitas vokal sedikit pun.

Identitas budaya Maluku semakin dipertegas lewat kostum megah yang memadukan modernisasi pakaian paduan suara dengan elemen tradisional. Para penyanyi wanita anggun dengan hiasan kepala berbentuk bulan sabit emas, sementara pria tampil gagah dengan ikat kepala merah. Dipadukan dengan kalung medali emas besar dan bawahan kain tenun, penampilan mereka memancarkan kesan profesional dan mewah.

Akurasi nada mereka sangat terjaga, terutama pada perpindahan akor-akor kompleks yang khas dalam aransemen musik gereja nusantara kontemporer.

Memasuki lagu kedua, “Pujilah Tuhan, Hai Seg’nap UmatNya”, PS MGN Maluku memberikan kejutan visual dan auditori. Kali ini, mereka tampil elegan mengenakan busana adat Jawa yang sarat nilai nusantara.

Penyanyi pria mengenakan beskap lurik hitam bergaris cokelat lengkap dengan blangkon, sedangkan penyanyi wanita tampil anggun dengan kebaya brokat hitam, kain batik, serta sanggul rapi.

Di bawah kepemimpinan konduktor Ketty Tiwery yang ekspresif, paduan suara ini menunjukkan kedisiplinan tingkat tinggi. Lagu rohani kontemporer yang memiliki ritme sinkopat kompleks—termasuk selingan vokal ritmis “Eya.. eya.. eya.. e”—berhasil dilahap dengan kerapian ritme (tightness) yang luar biasa stabil.

Setiap konsonan dan vokal diucapkan dengan seragam dan tegas, membuat pesan pujian dan penyembahan di dalam teks lagu tersampaikan secara jernih ke seisi aula. Dinamika visual berupa hentakan kaki, gerakan tubuh, dan tepukan tangan yang ritmis dilakukan secara sinkron, menciptakan dimensi visual yang hidup, segar, dan tidak monoton.

Penampilan luar biasa ini tidak lepas dari sinergi dan komunikasi dua arah yang kuat antara paduan suara dan sang dirigen. Setiap ketukan, perubahan tempo, serta aksen dinamika keras-lembutnya suara direspons secara instan dan kompak oleh seluruh anggota tim.

Secara keseluruhan, penampilan Paduan Suara Provinsi Maluku di kategori MGN Pesparawi Nasional XIV/2026 ini menunjukkan kematangan teknis dan artistik yang luar biasa. Berhasil menyeimbangkan kualitas vokal premium dengan performa visual yang atraktif, PS MGN Maluku sukses menancapkan standar tinggi. (MT-01)