AMBON, MalukuTerkini.com — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Maluku terus memperkuat strategi komunikasi publik di tengah derasnya arus informasi digital.

Langkah ini diwujudkan melalui partisipasi Tim Humas Kanwil Ditjen Imigrasi Maluku dalam Sosialisasi Pengelolaan Media Monitoring dan Situs Web di Lingkungan Ditjen Imigrasi yang digelar pada Kamis (13/8/2026).

Ketua Tim Komunikasi Publik Direktorat Jenderal Imigrasi, Achmad Nur Saleh, saat membuka sosiakisasi tersebut mengaku acara ini menjadi momentum krusial untuk meningkatkan kapasitas jajaran kehumasan.

“Jajaran Humas harus siap menghadapi dinamika pemberitaan serta percakapan publik di ruang digital yang bergerak sangat cepat,” ungkapnya.

Dalam sosialisasi tersebut, jajaran kehumasan dibekali serangkaian strategi penting, mulai dari pemantauan engagement media sosial hingga pemanfaatan aplikasi Digivla sebagai sistem peringatan dini (early warning system).

Melalui teknologi ini, isu-isu potensial dapat dideteksi sejak awal sehingga lembaga mampu melakukan intersep isu, mengantisipasi permasalahan komunikasi, dan menjaga reputasi institusi dari sebaran informasi liar.

Menindaklanjuti arahan tersebut, perwakilan Tim Humas Kanwil Ditjen Imigrasi Maluku menyatakan komitmennya untuk langsung mengoptimalkan akses aplikasi Digivla yang telah diperoleh.

Pemantauan media sosial akan dilakukan secara berkala agar setiap perkembangan isu dapat menjadi bahan evaluasi guna menghasilkan respons komunikasi yang tepat dan proporsional.

Selain memperketat pemantauan media, Tim Humas Imigrasi Maluku juga membenahi pengelolaan situs web resmi sesuai pedoman pusat.

Penyesuaian ini dilakukan untuk memastikan kanal resmi institusi selalu menyajikan informasi yang aktual, akurat, mudah diakses, serta relevan bagi kebutuhan masyarakat luas.

Langkah menyeluruh ini menjadi penanda transformasi komunikasi publik Imigrasi Maluku menuju pola kerja yang lebih cepat, terukur, dan transparan. Peran humas kini tidak sekadar menyampaikan berita, tetapi juga dituntut mampu membaca dinamika ruang digital sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan keimigrasian. (MT-04)