MANOKWARI, MalukuTerkini.com – Paduan Suara Dewasa Campuran (PSDC) Provinsi Maluku sukses memukau penonton dan dewan juri dalam ajang Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV/2026.
Tampil di Aula Universitas Papua (UNIPA), Manokwari, Papua Barat, Jumat (26/6/2026), PSDC Maluku menyuguhkan performa spektakuler yang mengawinkan teknik vokal klasik tingkat tinggi dengan aksi panggung modern yang komunikatif, ekspresif, dan hidup.
Sejak awal melangkah ke panggung, PSDC Maluku langsung mencuri perhatian saat membawakan lagu wajib berjudul “Pujian Setiap Waktu” karya Rangga Aristo Kulas.
Seluruh penyanyi menunjukkan ekspresi wajah yang sangat hidup, memancarkan energi, senyuman, dan ketulusan yang selaras dengan sifat lagu pujian yang bersukacita sekaligus agung.
Penampilan mereka jauh dari kesan kaku berkat pengayaan gerakan tubuh yang ritmis dan dinamis, seperti gestur meletakkan tangan di dada saat lirik syahdu serta tepuk tangan bersama yang serempak tanpa merusak fokus kualitas vokal.
Kekuatan utama Maluku terletak pada kebersamaan suara yang luar biasa. Homogenitas warna suara antara sektor Sopran, Alto, Tenor, dan Bass berpadu dengan sangat baik (well-blended) tanpa ada satu pun suara yang mendominasi secara tidak sengaja.
Setiap lirik dilafalkan dengan artikulasi bentuk mulut yang lebar dan bulat secara seragam, membuat resonansi vokal terdengar megah memenuhi seisi aula.
Kedisiplinan tinggi juga terlihat dari kepatuhan total mata penyanyi pada konduktor, sehingga transisi tempo, pemenggalan kalimat (phrasing), serta perpindahan dari bagian lembut (piano) menuju klimaks yang bertenaga (forte) dapat dieksekusi dengan sangat rapi dan presisi.

Simbolisme Penyembahan
Suasana sakral semakin terasa saat PSDC Maluku membawakan lagu pilihan terikat, “MemujiMu Pada S’gala Waktu” ciptaan Ondi Yohan Tambunan.
Di bawah pimpinan konduktor Ronny Istia yang berdiri tegak penuh keyakinan, komunikasi visual yang kuat terjalin erat antara pemimpin dan para penyanyi. Gerakan tangan Ronny yang jelas, dinamik, dan tegas menjadi kompas yang mengawal tempo serta isyarat masuknya setiap warna suara.
Para penyanyi meresponsnya dengan penjiwaan yang mendalam dan penuh penghayatan. Pada bagian kemuncak lagu, mereka secara serentak mengangkat sebelah tangan ke atas dengan telapak tangan terbuka.
Gerakan ini bukan sekadar koreografi visual, melainkan sebuah simbolik mendalam untuk “memuji dan menyembah” yang menyatu dengan lirik lagu. Didukung oleh ayunan tubuh yang alami mengikuti rentak musik dan teknik membuka mulut vertikal yang konsisten, penampilan ini melahirkan ton suara yang padu, harmoni, dan memancarkan profesionalisme berkelas.

Mengesankan
Sebagai penutup yang mengesankan, PSDC Maluku membawakan karya megah bernuansa dramatis, “Petrus” ciptaan Z Randall Stroope. Lagu yang menuntut fleksibilitas vokal dan kontras dinamika ini menjadi panggung pembuktian teknik tingkat tinggi PSDC Maluku.
Pada bagian awal, mereka menerapkan artikulasi staccato yang sangat tegas dan tajam, mengeja suku kata “Pe-trus, Pe-trus” dengan dukungan kekuatan otot diafragma yang solid, menciptakan efek ritmis yang magis sekaligus misterius di dalam aula lokasi perlombaan.
Hebatnya, PSDC Maluku dengan mulus mampu beralih dari gaya menghentak tersebut menuju gaya menyanyi legato yang tersambung dan mengalir halus, terutama saat warna suara sopran dan alto mendominasi.
Kontrol vokal yang matang ditunjukkan saat melakukan transisi dari suara yang kuat (powerful) ke suara yang sangat lembut (pianissimo) tanpa merusak keindahan harmoni akor.
Dengan pandangan mata yang fokus dan ekspresi wajah yang intens, PSDC Maluku sukses mengeksekusi lagu yang menggambarkan keteguhan dan spiritualitas ini dengan hasil yang luar biasa dinamis dan penuh kontras. (MT-01)

Tinggalkan Balasan