MANOKWARI, MalukuTerkini.com – Perhelatan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV/2026 berakhir Minggu (28/6/2026) malam.

Penutupan Pesparawi Nasional XIV/2026 dilakukan Menteri Agama Nasaruddin Umar di Ruang Terbuka Publik (RTP) Terpadu Borarsi, Kota Manokwari, Papua Barat.

Kontingen Maluku yang mengikuti 12 kategori berhasil 10 gold dan 2 silver. Satu  kategori diantaranya mendapatkan predikat champion (nilai tertinggi).

Predikat champion diraih kontingen Maluku pada kategori Musik Pop Gerejawi (MPG). Piala dan medali champion tersebut diserahkan Ketua Dewan Juri Pesparawi Nasional XIV/2026, Ronny Loppies kepada Ketua Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Provinsi Maluku Paulus Kastanya.

Berikut predikat yang diraih Kontingen Maluku di Pesparawi Nasional XIV/2026:

  1. Vocl Group: Gold urutan 7
  2. Musik Pop Gerejawi (MPG): Gold urutan 1 (Champion)
  3. Solo Anak 7-10 Tahun: Gold urutan 9
  4. Solo Anak 11-15 Tahun: Gold urutan 3
  5. Solo Anak Remaja Pemuda Putra: Silver urusan 7
  6. Solo Anak Remaja Pemuda Putri: Silver urutan 2
  7. Paduan Suara Remaja Pemuda: Gold urutan 7
  8. Paduan Suara Anak: Gold urutan 6
  9. Musik Gerejawi Nusantara: Gold urutan 3
  10. Paduan Suara Wanita: Gold urutan 13
  11. Paduan Suara Pria: Gold urutan 3
  12. Paduan Suara Dewasa Campuran: Gold urutan 10

Menteri Agama Nasaruddin Umar saat menutup rangkaian Pesparawi Nasional XIV/2026 menegaskan, Pesparawi bukan sekadar ajang kompetisi paduan suara, tetapi menjadi ruang perjumpaan yang memperkuat persaudaraan, merawat kerukunan, serta mengokohkan komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Dalam beberapa hari terakhir, mata dan hati bangsa Indonesia tertuju ke Papua Barat. Kita menyaksikan kemajemukan suku, bahasa, budaya, dan latar belakang sosial dari Sabang sampai Merauke melebur menjadi satu bingkai persaudaraan sejati. Melalui alunan pujian, kita tidak hanya menikmati keindahan harmoni vokal, tetapi juga menyaksikan indahnya kehidupan rukun dalam keberagaman yang menjadi fondasi Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tandasnya..

Menurut Menag, Pesparawi mengajarkan filosofi bahwa harmoni tidak lahir dari keseragaman, melainkan dari kemampuan berbagai perbedaan untuk berjalan bersama, saling menghormati, saling menopang, dan saling melengkapi dalam mencapai tujuan bersama. Di tengah berbagai tantangan global dan nasional, bangsa Indonesia membutuhkan semakin banyak ruang perjumpaan seperti Pesparawi untuk mempererat persaudaraan, membangun semangat gotong royong, serta memperkuat komitmen menjaga kebinekaan.

Pada Pesparawi Nasional XIV/2026 di Manokwari, 18 – 28 Juni 2026, kontingen Maluku datang degan spirit “Maluku Siap Bernyanyi, Bersaksi dan Berprestasi”. (MT-01)