Sekilas Info

Kepak Cinta Pengawal Langit Terinspirasi Adat Wilayah Timur

Analis Militer dan Pertahanan Indonesia, Connie Rahakundini Bakrie

AMBON, MalukuTerkini.com - Begitu terinspirasi dengan adat istiadat wilayah timur salah satunya Provinsi Maluku, Analis Militer dan Pertahanan Indonesia, Connie Rahakundini Bakrie membahas novel karya kolaborasi bersama penyair Bara Pattyradja yang berjudul "Kepak Cinta Pengawal Langit" di Maluku.

Ia memilih membahas dalam kegiatan Bincang Buku dan Monolog yang dipusatkan di Benteng Amsterdam, Negeri Hila, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Jumat (5/11/2021).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, Gubernur Maluku Murad Ismail, Ina Latu Maluku Widya Pratiwi Murad Ismail, Hasto Kastiyanto (Kandidat Doktor Pertahanan), A Luthfi Assyaukarie (Akademisi Universitas Paramadina) dan Alohiab Watloly (Akademisi Universitas Pattimura).

Connie mengatakan, buku yang ditulis dengan gaya bahasa sastra romantis, "Kepak Cinta Pengawal Langit" merupakan karya kolaborasinya  dan penyair Bara Pattyradja yang mengisahkan kehidupan tokoh fiktif perempuan bernama Illuvia

"Bagaimana bangsa ini harus dibangun ke masa depan karena judulnya kepak cinta, karena membangun kekuatan angkatan udara selain berbicara juga tentang kekuatan angkatan laut. Namun kekuatan cinta itu penting. Jadi saya bawa kesana kata-katanya tetapi lebih banyak memesankan tentang kebangkitan, kemandirian perempuan, membangun kekuatan angkatan udara," ungkapnya.

Dijelaskan, novel dengan tebal 230 halaman ini juga dibumbui sekelumit cerita pertahanan dan keamanan nasional maupun sejarah tentang tokoh-tokoh perempuan Indonesia masa lalu yang memiliki peran penting dalam kebangkitan bangsa.

“Novel ini banyak berbicara tentang sejarah, kehebatan kaum perempuan dan rasa kemandirian mereka, serta bagaimana membangun masa depan bangsa melalui kekuatan angkatan udara,” jelasnya.

Baginya, Novel ini sengaja ditulis dengan bahasa sastra romantis agar lebih mudah dan lebih menarik, menjangkau generasi muda sebagai calon pemimpin masa depan, agar kemudian dapat belajar mengenai pertahanan dan keamanan nasional dan ikut membangun bangsa.

Rahakundini mengaku kagun dan sangat terinspirasi dengan Maluku. Baginya saat ini wilayah timur didalamnya adalah Maluku jarang dilihat padahal wilayah timur memiliki kearifan lokal.

"Belum ke Maluku saja sudah jadi inspirasi dan apalagi sudah ke Maluku. Kenapa ke sini karena Indonesia Timur jarang dilihat. Saya ingin adanya kearifan lokal. Kita ditanah adat harus menanamkan adat. Nilai-nilai ini yang ingin saya tanamkan diseluruh Indonesia. Kita boleh menyerap dari Eropa, Amerika dan lainnya tetapi jangan lupa kearifan lokal kita harus ada dan karena itu kekuatan kita," ungkapnya.

Saat ini kata Rahakundini, sebanyak 5.000 eksemplar novel “Kepak Cinta Pengawal Langit” telah habis dibagikan. Saat ini akan dicetak lagi  5.000 eksemplar untuk dijual ke pasaran dan diberikan juga kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku.

Sementara itu Gubernur Maluku Murad Ismail berharap Connie Rahakundini Bakrie juga akan mengangkat sejarah Maluku agar dunia tahu bahwa Maluku menyimpan sejarah luar biasa.

"Beliau menyampaikan akan angkat sejarah di Maluku agar dunia tahu bahwa Maluku ini tempat menyimpan sejarah luar biasa,” ujarnya.

Hadir pula dalam acara tersebut, sejumlah OPD Lingkup Pemprov Maluku, mahasiswa IAIN Ambon  dan tamu undangan lainnya. (MT-04)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!