Sekilas Info

Tanimbar Butuh Pemimpin yang Visioner

Wakil Ketua Umum PPK Kosgoro 1957, Dharma Oratmangun

SAUMLAKI, MalukuTerkini.com – Wakil Ketua Umum PPK Kosgoro 1957 Dharma Oratmangun, disebut-sebut bakal kembali tampil sebagai calon pada Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Kepulautan Tanimbar tahun 2024.

Dharma pada pada Pilkada Kabupaten Kepulauan Tanibar tahun 2017 lalu terbukti memiliki konstituen yang militan.  Begitu uga modal sosial pun dimilikinya. Tak pelak saat itu ia menjadi saingan berat Petrus Fatlolon yang memenangkan pilkada.

Menanggapi hal itu, Dharma Oratmangun, dalam diskusi bersama wartawan di Tanimbar, Sabtu (8/10/2022), mengaku sebagai anak Indonesia asal Tanimbar, dirinya amat sangat siap maju dalam konstalasi kepemimpinan di 2024 mendatang.

Tentu ia memiliki cara sendiri dalam mengikuti pesta demokrasi rakyat tersebut, diantaranya terkait data, hasil survey empirik yang ada pada elektabilitas yang baik dan terukur.

"Kemarin saya ke Pulau Selaru, tepatnya di Desa Adaut. Ada yang menarik disana, saya kan ambil studi S3 tentang komunikasi politik dan diplomasi. Selaru sebagai serambi terdepan NKRI, tetapi belum teraliri listrik negara 24 jam setiap hari, hanya separuh separuh hari, padahal negara harus hadir untuk makmurkan rakyat, dengan predikat miskin ekstrem, fasilitas publik yang begitu minim, tetapi kami setia untuk NKRI," ungkapya.

Belum lagi persoalan lain di Bumi Duan Lolat ini, apapun itu, jelasnya, hakekat dari sebuah daerah dimekarkan adalah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui peningkatan pelayanan, percepatan demokrasi, percepatan perekonomian daerah, percepatan pengelolaan potensi daerah, peningkatan keamanan dan ketertiban, serta peningkatan hubungan serasi.

"Seorang pemimpin sudah harus berpikir secara komprehensif. Bagaimana berpikir mengkaji suatu hal atau masalah dari berbagai bidang terkait, bahkan bisa juga meliputi semua bidang. Pemerintah pusat tersalaraskan dengan pemprov, dan pemprov terselaraskan dengan pemkab, yang disebut dalam grand desain nasional. Inilah yang saya maksudkan konsep awal harus ada kabupaten ini bahkan nanti harus lahir provinsi baru," jelasnya.

Dikatakan, membangun Tanimbar dengan pendekatan laut pulau dan gugus pulau.

“Siapapun kepala daerah di daerah yang terkenal dengan adat bakar batunya ini, harus mengetahui daerah ini dibentuk untuk apa atau grand desain dari pembentukan Maluku Tenggara Barat  yang sekarang berganti nama sebagai Kabupaten Kepulauan Tanimbar yang berbasis pada pola dasar pembangunan Maluku dengan menempatkan pendekatan pembangunan gugus pulau dan laut pulau. Juga memperhatikan keunggulan-keunggulan komparatif masing-masing gugus pulau dan laut pulau tersebut,” katanya.

Dharma mengaku membangun Tanimbar tidak boleh melihatnya dalam bingkai yang dibatasi oleh kepentingan tertentu.

“Tujuan besar kita yaitu kesejahteraan bersama. Karena itu, kemudian baik kepala daerah maupun legislatifnya harus mempelajari dan mengkaji, terkait semua parsel yang membentuk bingkai kehidupan di daerah ini yaitu semua bidang-bidang yang ada. Berpikir komprehensif bukan cuma kepala daerah, tetapi semua pihak. Peran partai politik juga sangatlah penting untuk memilih calon-calon kepala daerah maupun legislatif. Kalau kita sudah tahu grand desain Tanimbar, barulah kita memilih pemimpin. Apa yang harus kita buat untuk Tanimbar? Daerah ini mau dibawah kemana? Jangan terjebak dengan kalimat oh karena dia orang partai ini dan itu. Boleh beda pendapat, tetapi masa kita harus kehilangan jati diri sebagai Duan Lolat dengan saling hujat dan makian? Tanimbar butuh pemimpin yang visioner," tandasnya. (MT-06)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!