AMBON, MalukuTerkini.com – Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Maluku terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun.
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Bappeda Provinsi Maluku, Anthon Lailossa saat Coffee Morning terkait Pertumbuhan ekonomi di Provinsi Maluku tahun 2023 yang dihadiri Bappeda Provinsi Maluku, Badan Pusat Statistik (BPS), Bank Indonesia dan Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGPP) yang digelar di Ambon, Senin(11/12/2023).
Menurut Lailossa, kebijakan pemerintah daerah tidak terlepas dari peran serta Gubernur Maluku sebagai kepala daerah dan merupakan wakil pemerintah pusat.
“Ada instrumen utama yang digunakan untuk mempengaruhi pergerakan perekonomian di dearah. Sebagai kepala daerah, Gubernur Maluku kontrol APBD Maluku dengan jumlahnya sekitar 3 triliun pada tahun 2023 sedangkan sebagai wakil pemerintah pusat bertanggung jawab untuk juga mengevaluasi, mengontrol dan mengarahkan APBD Kabupaten/Kota yang besarnya Rp 10,9 triliun. Kemudian juga mengarahkan mengkoordinasikan jumlah dan adanya dari dana-dana pemerintah pusat ke daerah yang kira-kira jumlahnya sekitar Rp 21 triliun,” ungkapnya.
Lailossa menyebutkan, tujuannya adalah menjaga stabilitas konsumsi masyarakat
“Jadi untuk pencapaian Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) jika aktivitas ekonomi berkembang, output berkembang, PDRB berkembang maka ekonomi bertumbuh. Untuk itu harus menjaga inflasi supaya stabil. Kita arahkan ke investasi. Kita jaga keamanan. Ini semua supaya investasi lancar, sehingga kita lihat semua berkembang. Kita juga dorong ekspor,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGPP) Hadi Basalamah merincikan yang menjadi penyumbang tertinggi pertumbuhan ekonomi Maluku pada triwulan III tahun 2023 sebesar 5,69 persen berasal dari sektor pengolahan sebesar 30,42 persen, diikuti sektor pengadaan listrik, gas sebesar 13,84 persen, sektor konstruksi sebesar 7,79 persen, dan sektor pendidikan 7,72 persen.
Sementara itu untuk kontribusi PDRB terbesar didominasi oleh sektor pertanian, kehutanan, dan perkebunan sebesar 23,85 persen, sektor administrasi pemerintahan 21,35 persen dan sektor perdagangan 13,71 persen.
“Jika dibandingkan dengan provinsi lainnya, maka pertumbuhan ekonomi Maluku sudah berada pada ranking 5 tertinggi dari 34 provinsi yang ada di Indonesia. Pertumbuhan ekonomi Maluku lebih tinggi dari triwulan sebelumnya dan angka tersebut juga lebih tinggi diatas pertumbuhan ekonomi nasional triwulan III tahun 2023 yang sebesar 4,94 persen,” jelasnya
Basalamah mengaku, pertumbuhan ekonomi provinsi Maluku di triwulan III Tahun 2023, sebesar 5,69 persen (yoy) mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya sebesar 5,18 persen (yoy). (MT-04)


Tinggalkan Balasan