AMBON, MalukuTerkini.com – Perusahaan Migas INPEX Masela Ltd saat ini tengah memasuki tahap front-end engineering design (FEED) dalam pelaksanaan Proyek Abadi LNG Masela.

Pada tahap ini, kontraktor akan menghasilkan berbagai dokumen teknis yang menjadi dasar perencanaan dan pengembangan proyek,” jelas Vice President Supply Chain Management INPEX Masela Ltd Rudi imran, ST,. MM,. IPU dalam sesi diskusi bersama sejumlah akademisi Unpatti, di ruang Kerja Rektor Unpatti, Jumat (21/11/2025).

Menurutnya, untuk memastikan kualitas kajian dan desain, INPEX menggandeng tiga perguruan tinggi, yaitu Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), serta Universitas Pattimura (Unpatti) melalui mekanisme independent design review.

“Semua dokumen yang dihasilkan oleh kontraktor akan diserahkan kepada ketiga perguruan tinggi tersebut untuk dikaji secara independen. Kolaborasi ini dilakukan agar setiap aspek teknis yang memerlukan perhatian dapat diidentifikasi sejak awal melalui tinjauan akademik yang objektif dan multidisipliner,” ungkapnya.

Secara khusus, INPEX meminta Unpatti untuk melakukan review terhadap dokumen yang berkaitan dengan aspek Environment, Social, and Governance (ESG).

“Hal ini mencakup penilaian dampak sosial proyek terhadap masyarakat di wilayah sekitar pengembangan Masela. Selain itu, Unpatti juga diminta menugaskan sejumlah subject matter experts untuk bekerja bersama ITB dan ITS dalam mengkaji dokumen teknis yang lebih spesifik,” jelasnya.

Dikatakan, kolaborasi ini menjadi bagian penting dari komitmen INPEX untuk memastikan pengembangan Proyek Strategis Nasional Masela dilakukan dengan memperhatikan aspek teknis, sosial, dan lingkungan secara menyeluruh.

Diskusi tersebut juga dihadiri Vice President Supply Chain Management INPEX Masela Ltd Rudi imran, ST,. MM,. IPU bersama sejumlah staf. Hadir juga Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Sistem Informasi Unpatti, Dr Ruslan HS Tawari, SPi., MSi bersama sejumlah akademisi Unpatti. (MT-01)