AMBON, MalukuTerkini.com – Berdasarkan hasil pemantauan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Ambon, pada Desember 2025 terjadi inflasi year on year (y-on-y) sebesar 4,23 persen. Angka ini berada di atas batas target nasional.
Wakil Wali Kota (Wawali) Ambon, Ely Toisutta Rapat Evaluasi TPID Kota Ambon yang berlangsung di Balai Kota Ambon, Kamis (8/1/2026) mengaku lonjakan inflasi di akhir 2025 dipengaruhi kuat oleh kenaikan tarif angkutan udara yang tidak disertai subsidi dari pemerintah pusat, sehingga berdampak luas pada harga komoditas lainnya.
“Inflasi y-on-y Kota Ambon mencapai 4,23 persen. Ini menandakan laju inflasi cukup tinggi di akhir 2025, salah satunya dipicu oleh lonjakan transportasi udara,” ungkapnya.
Menyikapi kondisi tersebut, Toisutta menegaskan Pemkot Ambon akan melanjutkan dan memperkuat intervensi harga, termasuk rencana pembangunan kios atau pasar pengendali untuk menjaga keseimbangan harga dan ketersediaan barang di pasar.
“Kios atau pasar pengendali ini penting untuk memantau harga sekaligus menyediakan stok komoditas tertentu agar masyarakat bisa memperoleh harga yang terjangkau,” tandasnya.
Selain itu, jelasnya, Pemkot Ambon juga akan memperkuat kembali kerja sama antar daerah dengan kabupaten penyangga seperti Kabupaten Buru dan Maluku Tengah guna memastikan kelancaran pasokan komoditas.
“Ke depan, komunikasi dengan daerah penghasil akan diperkuat agar penyangga stok dapat dimaksimalkan dan membantu pengendalian inflasi di Kota Ambon,” jelasnya. (MT-06)



Tinggalkan Balasan