AMBON, MalukuTerkini.com – Langkah besar untuk memajukan ekonomi digital dan syariah di Maluku resmi dipacu.
Bertempat di ikon kota, Pattimura Park Ambon, ajang kolaborasi akbar Salam Fest X Moluccas Digifest 2026 resmi dibuka pada Kamis(16/4/2026).
Acara yang diinisiasi oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku ini menyedot perhatian publik sebagai momentum kebangkitan UMKM lokal melalui sentuhan teknologi.
Hadir di tengah kemeriahan acara, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Maluku, Saiful Sahri turut menyaksikan pembukaan festival yang dirancang untuk mempercepat literasi ekonomi syariah dan digitalisasi di tanah Maluku.

Kehadiran tokoh-tokoh penting seperti Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena, serta Plt Kepala Perwakilan Bank Indonesia Maluku Dhita Aditya Nugraha, mempertegas solidnya sinergi antarinstansi dalam membangun daerah.
Di sela-sela kegiatan, Saiful Sahri menegaskan di balik kemudahan transaksi digital, terdapat aspek perlindungan hukum yang tidak boleh diabaikan.
Ia berharap kolaborasi ini menjadi katalisator bagi perlindungan kekayaan intelektual para pelaku UMKM. Baginya, pelaku usaha tidak hanya dituntut mahir dalam transaksi digital, tetapi juga harus sadar akan pentingnya mendaftarkan merek dan inovasi mereka. Hal ini bertujuan agar produk lokal Maluku memiliki daya saing yang lebih kuat dan terlindungi secara hukum di pasar nasional maupun global.
Dalam laporan pembukanya, Dhita Aditya Nugraha menekankan bahwa acara ini bukan sekadar seremoni musiman. Salam Fest X Moluccas Digifest adalah misi besar untuk memastikan masyarakat Maluku, khususnya para pelaku usaha, tidak tertinggal dalam arus ekonomi global yang semakin terkoneksi secara digital.
Gubernur Hendrik Lewerissa yang membuka acara secara resmi memberikan apresiasi tinggi terhadap terobosan ini.
Ia menyatakan ekonomi syariah kini telah bertransformasi menjadi sektor strategis yang mampu membuka peluang usaha baru secara luas. Lebih dari itu, Lewerissa menggarisbawahi pentingnya digitalisasi pembayaran sebagai pilar sistem keuangan yang transparan dan efisien di masa depan bagi kesejahteraan masyarakat Maluku.
Salah satu fokus utama dalam festival yang berlangsung hingga 18 April ini adalah kampanye transaksi non tunai melalui QRIS. Bank Indonesia mengajak masyarakat untuk beralih ke cara pembayaran yang lebih aman dan praktis guna memperkuat ekosistem digital di Maluku. Selain edukasi ekonomi dan pameran UMKM, warga Ambon juga disuguhi berbagai hiburan menarik yang menjadikan Pattimura Park sebagai pusat peradaban ekonomi digital baru selama tiga hari ke depan. (MT-04)



Tinggalkan Balasan