AMBON, MalukuTerkini.com  –  Kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Provinsi Maluku terus mematangkan kesiapan menuju Pesparawi Nasional XIV/2026 di Manokwari, Papua Barat.

Hal itu ditandai dengan peninjauan yang dilakukan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa di Pemusatan Latihan yang dipusatkan di Wisma Samadi Gonzalo Veloso, Ambon, Selasa (2/6/2026).

Gubernur berharap para peserta untuk terus memantapkan latihan agar tampil maksimal di panggung Pesparawi Nasional XIV/2026 di Manokwari yang akan berlangsung 18 – 28  Juni 2026.

“Teruslah berlatih mematangkan kesiapkan sehingga dapat tampil maksimal di panggung Pesparawi Nasional XIV/2026. Saya optimis, kontingen Maluku akan meraih prestasi terbaik,” ungkapnya.

Ia mengatakan di tengah keterbatasan keuangan daerah, Pemprov Maluku juga tetap berupaya maksimal mendukung keikutsertaan kontingen Maluku di ajang Pesparawi Nasional XIV/2026.

“Saya pastikan seluruh kontingen akan berangkat ke Manokwari maupun kembali lagi ke Ambon dengan menggunakan pesawat,” katanya.

Sementara Ketua Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Provinsi Maluku Paulus Kstanya menjelaskan pemusatan latihan telah berlangsung sejak 27 Mei dan nantinya akan berakhir 16 Juni 2026.

Ia merincikan, para peserta pemusatan latihan terdiri dari Paduan Suara Dewasa Campuran (40 orang), Paduan Suara Remaja Pemuda (40 orang), Paduan Suara Anak (30 orang), Paduan Suara Pria (30 orang), Paduan Suara Wanita (30 orang), Vokal Grup (11 orang), Musik Pop Gereja (10 orang), Solo Anak Remaja Pemuda Putra (1 orang), Solo Anak Remaja Pemuda Putri (1 orang), Solo Anak 7-9 Tahun (1 orang), Solo Anak 10-15 Tahun (1 orang)  dan Musik Gereja Nusantara (30 orang).

“Para peserta akan dilatih oleh tim pelatih yang dipimpin oleh Brancly Picanussa beranggotakan 18 oang,” rinciya.

Dikatakan, para peserta berasal dari Kota Ambon (96 orang), Kota Tual (45 orang), Maluku Barat Daya (36 orang), Maluku Tengah (18 orang), Seram Bagian Barat (11 orang), Kepulauan Tanimbar (4 orang), Buru Selatan (4 orang), Kepulauan Aru (3 orang), dan Maluku Tenggara (2 orang). (MT-01)