MANOKWARI, MalukuTerkini.com — Ribuan pasang mata di sepanjang rute Karnaval Budaya Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV/2026 mendadak terpaku.

Di bawah langit Manokwari, Papua Barat, Jumat (19/6/2026) sore, kontingen Provinsi Maluku sukses mencuri perhatian dan memanen decak kagum lewat sebuah pertunjukan yang bukan sekadar parade, melainkan sebuah refleksi jiwa.

Bukan hanya soal kostum, Maluku membawa sesuatu yang jauh lebih berharga ke tanah Papua yaitu pesan hidup tentang toleransi, persaudaraan dan indahnya keberagaman.

Dalam balutan Baju Cele—busana khas Maluku yang anggun—para peserta pawai menyuguhkan tontonan yang menggetarkan hati.

Sepanjang rute karnaval, udara dipenuhi oleh kolaborasi musik yang tak biasa namun terdengar begitu magis.

Alunan musik Hadrat yang kental dengan nafas tradisi Islam, bersahut-sautan mesra dengan kemerduan tiupan Terompet Gerejawi.

Perpaduan audio-visual ini menjadi bukti nyata di Maluku, perbedaan iman bukanlah sekat, melainkan instrumen yang membentuk simfoni perdamaian yang indah.

Alunan musik Hadrat dibawakan oleh grup Hadrat anak-anak asal Maluku di Manokwari. Begitu dengan paduan terompet.

Kejutan dari Bumi Seribu Pulau tidak berhenti di situ. Di tengah arak-arakan, tampak sebuah kendaraan hias berbentuk Kole-Kole (perahu tradisional Maluku) yang mengangkut sebuah salib putih berukuran besar.

Miniatur ini bukan sekadar hiasan. Kole-Kole dan salib tersebut membawa pesan filosofis yang mendalam: simbol iman yang teguh, persaudaraan yang kokoh, serta komitmen untuk terus berlayar bersama menerjang ombak zaman dalam bingkai keberagaman.

Melalui momentum Pesparawi XIV ini, kontingen Maluku kembali mengingatkan Indonesia bahwa Pela Gandong dan semangat hidup orang bersaudara bukan hanya slogan masa lalu, melainkan identitas yang terus hidup dan bergema hingga ke seluruh nusantara.

Pada Pesparawi Nasional IX/2026 di Manokwari, 18 – 28 Juni 2026, kontingen Provinsi Maluku mengikuti seluruh kategori lomba,

Kategori-kategori tersebut yaitu Paduan Suara Dewasa Campuran, Paduan Suara Remaja Pemuda, Paduan Suara Anak, Paduan Suara Pria, Paduan Suara Wanita, Vokal Grup, Musik Pop Gereja, Solo Anak Remaja Pemuda Putra, Solo Anak Remaja Pemuda Putri, Solo Anak 7-9 Tahun, Solo Anak 10-15 Tahun dan Musik Gereja Nusantara. (MT-01)