SOFIFI, MalukuTerkini.com – Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (BTNAL) kembali membuka pendaftaran Ajalo Bird Race 2026, ajang pengamatan dan fotografi burung yang mempertemukan pegiat konservasi, pengamat burung, hingga fotografer alam dari berbagai daerah.

Kegiatan yang akan berlangsung pada 27–29 Juli 2026 di Tayawi, Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, menawarkan pengalaman menjelajahi habitat alami burung endemik Halmahera sekaligus memperebutkan hadiah bernilai puluhan juta rupiah.

Mengusung tema “Harmony Between Nature and Humans to Preserve the Wings of Halmahera”, Ajalo Bird Race 2026 menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan keanekaragaman hayati Taman Nasional Aketajawe Lolobata serta mendorong partisipasi masyarakat dalam pelestarian satwa liar melalui kegiatan wisata alam berbasis konservasi.

Dalam flyer yang diperoleh malukuterkini.com, Senin (13/7/2-26) disebutkan pendaftaran peserta dibuka pada 10–15 Juli 2026 melalui Google Form.

Setelah proses registrasi, panitia akan melakukan konfirmasi pembayaran melalui WhatsApp pada 16–17 Juli 2026, kemudian peserta diminta mengunggah bukti pembayaran ke formulir yang telah disediakan.

Selanjutnya, pada 19–26 Juli 2026, seluruh peserta akan dimasukkan ke dalam grup WhatsApp untuk memperoleh informasi teknis pelaksanaan kegiatan.

Peserta dijadwalkan melakukan registrasi ulang pada 27 Juli 2026 di Kantor Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata di Sofifi dengan melampirkan surat keterangan sehat sebelum diberangkatkan menuju lokasi kegiatan di Tayawi.

Panitia membuka dua kategori perlombaan yaitu Lomba Birding dan Bird Photography. Kategori birding dapat diikuti oleh tim yang terdiri atas satu hingga tiga orang maupun individu, sedangkan kategori fotografi burung diperuntukkan bagi peserta perorangan.

Pada kategori birding, peserta diwajibkan membawa sedikitnya satu unit monokuler atau binokuler untuk mengamati burung di habitat alaminya.

Selama perlombaan, peserta akan mencatat daftar spesies yang dijumpai sekaligus membuat lima sketsa burung pilihan beserta keterangannya sebagai bagian dari penilaian.

Sementara itu, peserta kategori fotografi diwajibkan membawa sedikitnya satu kamera beserta perlengkapan pendukung.

Penilaian dilakukan berdasarkan maksimal tiga foto terbaik yang diambil secara murni selama kompetisi berlangsung tanpa pembatasan spesifikasi kamera yang digunakan.

Kompetisi terbuka bagi masyarakat umum, pelajar, maupun mahasiswa dengan batas usia minimal 18 tahun. Untuk mengikuti kegiatan, peserta kategori birding dikenakan biaya registrasi sebesar Rp200.000 bagi Warga Negara Indonesia (WNI) dan Rp1.000.000 bagi Warga Negara Asing (WNA). Adapun kategori fotografi dikenakan biaya Rp100.000 bagi peserta WNI dan Rp500.000 bagi peserta WNA.

Selain berkesempatan memperebutkan hadiah uang tunai senilai puluhan juta rupiah, peserta juga akan memperoleh berbagai fasilitas berupa kaus eksklusif Ajalo Bird Race 2026, perlengkapan peserta, sertifikat elektronik, konsumsi selama kegiatan, serta transportasi lokal rute Sofifi–Tayawi pulang pergi.

Penyelenggara juga menyiapkan berbagai manfaat tambahan bagi peserta, mulai dari kesempatan menjelajahi kawasan Taman Nasional Aketajawe Lolobata, belajar langsung mengenai ornitologi dari para pakar burung, membangun jejaring dengan fotografer dan pegiat avifauna nasional, hingga kesempatan memperoleh berbagai hadiah doorprize dari sponsor.

Ajalo Bird Race 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga media edukasi dan kampanye konservasi yang memperkuat kepedulian masyarakat terhadap kelestarian burung-burung endemik Halmahera beserta habitatnya.

Dengan menggabungkan unsur wisata alam, olahraga, edukasi, dan konservasi, kegiatan ini diharapkan mampu menarik lebih banyak peserta sekaligus memperkenalkan potensi ekowisata Maluku Utara kepada masyarakat nasional maupun mancanegara. (MT-01)