AMBON, MalukuTerkini.com — Upaya memperkuat pemahaman klinis akademisi dan praktisi medis di Maluku mengenai salah satu jenis kanker kepala dan leher yang kerap terlambat terdeteksi mendapat dorongan baru melalui penyelenggaraan kuliah umum spesialis di Universitas Pattimura (Unpatti).

Fakultas Kedokteran FK Unpatti menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Update Management for Common Ear, Nose, and Throat (ENT) Clinical Cases” yang dipusatkan di Auditorium FK Unpatti, Ambon, Sabtu (1/8/2026).

Kuliah Umum ini menghadirkan pakar kedokteran terkemuka tanah air, Prof. Dr. Achmad Chusnu Romdhoni, dr., Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp. Onk (K), FICS, yang merupakan Guru Besar Bidang Ilmu Onkologi Bedah Kepala Leher Aspek Klinis dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.

Dalam paparan komprehensifnya bertemakan “Diagnostik dan Tata Laksana Karsinoma Nasofaring” di hadapan ratusan civitas akademika maupun para dokter, Prof Achmad Chusnu Romdhoni menjelaskan secara mendalam mengenai kompleksitas karsinoma nasofaring, mulai dari gambaran etiologi, tantangan deteksi dini, hingga pendekatan terapi terkini berbasis bukti ilmiah.

“Ketajaman diagnosis klinis sangat penting diperhatikan oleh para tenaga medis, mengingat gejala awal kanker jenis ini sering kali tidak khas dan menyerupai penyakit ringan pada area telinga, hidung, maupun tenggorokan, sehingga kerap memicu keterlambatan penanganan pada stadium lanjut,” jelas Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala dan Leher Indonesia (PP PERHATI-KL) periode 2025–2028 ini.

Pakar THT-BKL konsultan onkologi tersebut juga mengatakan pemahaman mendalam mengenai jalur penanganan medis yang tepat akan sangat menentukan tingkat keberhasilan terapi serta kualitas hidup pasien ke depannya.

“Diagnostik yang akurat dan penanganan yang cepat serta tepat pada karsinoma nasofaring menjadi kunci utama dalam meningkatkan angka harapan hidup pasien secara signifikan,” kata Direktur Sekolah Pascasarjana Unair periode 2025 – 2030 ini.

Kuliah umum yang diikuti pimpinan dan civitas akademika FK Unpatti itu menjadi komitmen berkelanjutan dalam memperluas wawasan keilmuan kedokteran serta memperkuat jejaring kolaborasi akademis dengan berbagai perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.

Kuliah Umum tersebut dipandu oleh moderator dr. Beatrice Tanudjaja, Sp.T.H.T.B.K.L yang merupakan seorang dokter spesialis telinga, hidung, tenggorokan, serta bedah kepala dan leher di RSUP Johannes Leimena Ambon. (MT-01)