AMBON, MalukuTerkini.com – Anggota Komisi III DPR RI Daerah Pemilihan Maluku dari Partai Amanat Nasional (PAN), Widya Pratiwi mengunjungi korban bentrokan di Matraman asal Maluku David Soumokil yang sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.
Kunjungan tersebut menjadi wujud kepedulian sekaligus dukungan moril kepada korban dan keluarga. Di tengah keprihatinannya atas insiden yang terjadi, Widya mengajak seluruh elemen bangsa untuk kembali menghidupkan semangat persaudaraan, persatuan, dan saling menghormati di tengah keberagaman Indonesia.
Dalam keterangannya, Jumat (31/7/2026) Widya mengatakan, Indonesia dibangun di atas pengorbanan seluruh anak bangsa tanpa memandang asal daerah, suku, agama, maupun warna kulit. Karena itu, tidak boleh ada satu pun warga negara yang diperlakukan sebagai manusia kelas dua.
“Republik ini dibangun di bawah Merah Putih, dengan pengorbanan tulang dan darah anak-anak bangsa dari Sabang hingga Papua, dari Miangas hingga Pulau Rote. Karena itu, jangan pernah memperlakukan saudara sebangsa sebagai manusia kelas dua. Sebangsa dan setanah air harus diwujudkan melalui sikap saling merangkul, saling menghormati, dan berbagi kasih,” katanya.
Ia menegaskan, sejak awal republik ini berdiri, para pendiri bangsa tidak pernah menjadikan suku, ras, maupun agama sebagai pembatas dalam membangun Indonesia. Karena itu, seluruh rakyat memiliki hak yang sama untuk hidup aman, dihormati, dan memperoleh perlakuan yang adil di mana pun berada.
“Jangan jadikan warna kulit, asal daerah, ataupun latar belakang sebagai alasan untuk membeda-bedakan. Dari Jakarta hingga Maluku, dari Aceh hingga Papua, semuanya adalah anak kandung Ibu Pertiwi yang berhak mendapatkan perlakuan yang sama di negerinya sendiri,” tandasnya.
Widya juga mengingatkan Indonesia berdiri kokoh di atas semangat Bhinneka Tunggal Ika, sehingga setiap perbedaan harus menjadi kekuatan, bukan sumber permusuhan.
“Jangan biarkan cinta kasih tergantikan oleh caci maki, atau pelukan berganti dengan pukulan. Konflik hanya meninggalkan luka dan duka, sedangkan kasih sayang akan selalu menumbuhkan persatuan,” katanya. (MT-04)
