AMBON, MalukuTerkini.com – Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Pattimura (Unpatti) menggelar kuliah umum bertajuk “Update Management for Common Ear, Nose, and Throat (ENT) Clinical Cases” di Auditorium FK Unpatti, Sabtu (1/8/2026).

Kuliah umum ini menghadirkan pakar kedokteran kenamaan nasional, Prof. Dr. Achmad Chusnu Romdhoni, dr., Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp. Onk (K), FICS, yang merupakan Guru Besar Bidang Ilmu Onkologi Bedah Kepala Leher Aspek Klinis dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair).

Prof Romdhoni membawakan materi yang lebih spesifik bertamakan “Diagnostik dan Tatalaksana Karsinoma Nasofaring”.

Kuliah umum yang dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, dosen, dokter spesialis, serta mahasiswa kedokteran tersebut diselenggarakan guna memperluas wawasan teoritis dan keterampilan klinis dalam mendeteksi serta menangani keganasan di area nasofaring.

Karsinoma nasofaring dikenal sebagai salah satu jenis kanker kepala dan leher dengan angka kejadian yang cukup tinggi di Indonesia, namun sering kali lambat terdiagnosa akibat gejalanya yang menyerupai infeksi biasa pada tahap awal.

Dalam pemaparannya, Prof. Romdhoni menjelaskan karsinoma nasofaring memerlukan tingkat kecermatan diagnostik yang sangat tinggi sejak pelayanan kesehatan primer.

Ia menjelaskan sebagian besar penderita baru melakukan pemeriksaan medis ketika kanker telah memasuki stadium lanjut, sehingga proses penanganannya menjadi jauh lebih kompleks dan menantang bagi tim medis.

“Karsinoma nasofaring sering kali datang ketika sudah berada pada stadium lanjut karena gejala awalnya yang tidak khas dan kerap disangka infeksi saluran pernapasan biasa. Oleh karena itu, kemampuan penegakan diagnostik yang cepat serta tata laksana yang komprehensif sangat krusial bagi seluruh calon dokter dan praktisi kesehatan,” jelasnya.

Selain menekankan aspek deteksi dini, Prof. Romdhoni juga mengaku penerapan modalitas khemoradiasi yang terpadu serta evaluasi pencitraan secara berkala menjadi kunci utama dalam meningkatkan angka harapan hidup pasien.

Kuliah Umum tersebut dipandu oleh moderator dr. Beatrice Tanudjaja, Sp.T.H.T.B.K.L yang merupakan dokter spesialis telinga, hidung, tenggorokan, serta bedah kepala dan leher di RSUP Johannes Leimena Ambon. (MT-01)