BULA, MalukuTerkini.com — Bendera Merah Putih bersejarah karya jahitan tahun 1953 turut dihadirkan di atas panggung upacara unik menyerupai Istana Ibu Kota Nusantara (IKN) dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Kwaos, Kecamatan Siritaun Wida Timur, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Senin (17/8/2026).

Upacara penuh khidmat tersebut dipimpin oleh Wakil Bupati SBT, Muhammad Miftah Thoha Rumarey Wattimena.  Sebelum prosesi pengibaran dimulai, Wakil Bupati bersama rombongan menyempatkan diri mendatangi Balai Desa Kwaos untuk menerima bendera bernilai sejarah tinggi tersebut dari pihak Saniri.

Sang Saka Merah Putih tersebut diketahui merupakan pemberian langsung Presiden Soekarno kepada warga Desa Kwaos pada dekade 1950-an.

Selain Wakil Bupati, upacara terseut juga dihadiri Anggota DPR RI Alimudin Kolatlena yang mendapat kehormatan membacakan Teks Proklamasi, Wakapolres SBT Kompol Johanis Titus Leftungun, Anggota DPRD SBT Gafar Rumonin, sejumlah pimpinan OPD, serta Camat Siritaun Wida Timur Imran Pattiekon.







Daya tarik utama perayaan tahun ini terletak pada kreativitas warga yang menyulap lokasi upacara di Desa Kwaos menjadi replika Istana IKN.

Bangunan megah tersebut didirikan murni berlandaskan semangat gotong royong dan kemandirian masyarakat setempat tanpa keterlibatan pihak luar.

Camat Siritaun Wida Timur, Imran Pattiekon, mengaku konsep visual panggung yang berani dan modern ini murni lahir dari gagasan generasi muda desa.

“Semua murni kita buat sendiri, bahkan lukisan pun anak desa ini yang mendesain. Tidak ada keterlibatan orang luar dalam membuat panggung tersebut,” ungkap Imran kepada malukuterkini.com.

Ia menjelaskan tingginya antusiasme warga dalam mempersiapkan sarana upacara menjadi bukti nyata rasa cinta tanah air yang mengakar kuat di pelosok desa.

Rangkaian upacara HUT Kemerdekaan RI di Siritaun Wida Timur ini kemudian diakhiri dengan penampilan tarian kolosal Sangsibar yang dibawakan secara memukau oleh anak-anak Desa Kwaos. (MT-07)