AMBON, MalukuTerkini.com – Dua bangunan milik pabrik mebel PT Cahaya Bintang Manise yang berlokasi di Dusun Amarumatena, Negeri Suli, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), hangus terbakar pada Jumat (21/8/2026) malam.
Peristiwa yang melahap fasilitas produksi kasur pegas tersebut kini sementara ditangani oleh pihak kepolisian.
Kasi Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Ipda Janet S Luhukay mengaku insiden kebakaran yang terjadi sekitar pukul 21.00 WIT tersebut.
“Saat ini aparat kepolisian telah mengamankan lokasi kejadian untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut,” ungkapnya.
Dijelaskan, api pertama kali diketahui oleh seorang petugas keamanan pabrik bernama Roberto Putinella saat sedang melakukan patroli rutin di sekitar area pabrik.
“Saksi Roberto yang mencium bau hangus menyengat langsung memeriksa area sekitar dan mendapati bangunan foaming sudah dalam kondisi terbakar,” jelasnya.
Mengetahui hal tersebut, katanya, saksi Roberto bergegas menuju area bengkel untuk memberitahukan kejadian itu kepada rekannya Endo Vian Manuputty.
“Mendengar ajakan tersebut, keduanya langsung mengambil Alat Pemadam Api Ringan (APAR) untuk memadamkan kobaran api. Namun, kobaran api di area foaming sudah terlanjur membesar sehingga mereka terpaksa mundur ke area produksi demi mencegah perembetan api yang lebih luas,” katanya.
Saksi Roberto, menurutnya, kemudian segera menghubungi General Manager perusahaan yang sedang berada di luar kota pada pukul 21.32 WIT.
“Tak lama berselang, koordinator pabrik menghubungi pihak Pemadam Kebakaran Sektor Baguala, sementara personel Polsek Salahutu yang menerima laporan langsung bergerak menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP),” ungkapnya.
Sebanyak enam unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar pukul 21.50 WIT.
“Petugas pemadam kebakaran bersama personel Polsek Salahutu dan warga setempat bahu-membahu menjinakkan si jago merah hingga api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 23.30 WIT,” jelasnya.
Luhuay mengatakan saat musibah terjadi, kawasan industri mebel tersebut sudah dalam keadaan sepi karena jam operasional kantor telah selesai.
“Di dalam area pabrik hanya tersisa petugas keamanan dan seorang pekerja,”kataya.
Ia menegaskan situasi di lokasi kejadian saat ini sudah aman dan terkendali. Kendati demikian, besaran nilai kerugian material serta penyebab pasti munculnya titik api hingga kini masih dalam proses penyelidikan. (MT-06)


