AMBON, MalukuTerkini.com – Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon bersama The Ocean Cleanup meninjau lima sungai prioritas program penanganan sampah yang bermuara di Teluk Ambon, Senin (24/8/2026).
Peninjauan lapangan tersebut bertujuan untuk memetakan serta mengambil dokumentasi penumpukan sampah di wilayah hilir sebelum masuk dan mencemari ekosistem perairan Teluk Ambon.
Kepala DLHP Kota Ambon, Apries B Gaspersz, menjelaskan survei ini merupakan langkah konkret untuk menindaklanjuti hasil rapat teknis bersama The Ocean Cleanup dan Balai Wilayah Sungai.
“Pemantauan difokuskan pada titik saluran terbuka di sembilan sungai pada wilayah padat penduduk, kawasan perairan Teluk Ambon, ekosistem mangrove, hingga Cek Dam Kampung Rinjani,” jelas Gaspersz kepada malukuterkini.com di Ambon, Senin (24/8/2026).
Menurutnya, tim gabungan telah memetakan lima lokasi utama yang menjadi prioritas penanganan yaotu Wai Batu Merah, Wai Ruhu, Wai Heru, Wai Tomu, dan Wai Batu Gantong.
“Dari hasil penelusuran di lapangan, area muara atau sekitar jembatan utama sebelum garis pantai terbukti menjadi titik kumpul akhir dari seluruh sampah domestik yang terbawa aliran sungai dari bagian hulu,” ungkapnya.

Hasil pemantauan di Wai Batu Merah,rincinya menunjukkan adanya tumpukan sampah yang cukup parah di bawah jembatan hingga pemukiman warga dekat pasar.
“Kondisi kawasan tersebut dinilai tidak higienis dan berisiko memicu ancaman penyakit karena terlihat banyak tikus berkeliaran di antara timbunan sampah plastik serta sedimentasi pasir,” rincinya.
Di Wai Ruhu, jelasnya, tim survei menemukan berbagai sampah rumah tangga berukuran besar seperti sisa kursi sofa yang tersangkut di pondasi jembatan.
“Kondisi yang tak jauh berbeda juga terlihat di Wai Heru dan Wai Tomu. Wilayah hilir Wai Heru didominasi oleh limbah kemasan plastik serta styrofoam yang mengancam vegetasi mangrove di sekitarnya. Di sisi lain, talud beton di sepanjang hilir Wai Tomu yang melintasi kawasan perkotaan tampak tertutupi oleh sampah domestik berkerdensity tinggi saat air laut mulai surut,” jelasnya.
Gaspersz mengatakan karakteristik unik juga ditemukan di Wai Batu Gantong. “Topografi wilayah yang curam dan aliran sungai yang menyempit membuat sampah domestik kerap terjebak di area kelokan sebelum mencapai pantai Talake,” katanya.
Keseluruhan data lapangan dari lima sungai prioritas ini, menurutnya. akan menjadi acuan penting bagi The Ocean Cleanup dalam menerapkan sistem teknologi pembersihan yang efektif di Kota Ambon. (MT-06)


