AMBON, MalukuTerkini.com – Puluhan warga Kompleks Pelauw, Negeri Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, melakukan aksi penutupan ruas Jalan Wem Tehupeiory, kawasan Air Besar, Rabu (26/8/2026).
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk tuntutan agar pemerintah segera memperbaiki akses jalan Arbes–Ahuru yang dinilai telah lama mengalami kerusakan.
Aksi yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIT itu dipimpin Kepala Pemuda Kompleks Pelauw, Hadi Latupono, dan melibatkan sekitar 25 warga.
Massa menutup akses jalan di sekitar lokasi pembuangan sampah RT 012/RW 017 dengan melakukan pengecoran pada badan jalan.
Dalam aksi tersebut, warga juga memasang dua spanduk berisi tuntutan, yakni “Jalan Rusak, Rakyat Yang Menanggung” Dan “Arbes–Ahuru Butuh Jalan Layak”. Warga mendesak pemerintah segera memperbaiki jalan, memberikan kepastian waktu perbaikan, serta membuka ruang dialog dengan masyarakat.
Warga menilai kondisi jalan tersebut telah berlangsung sejak 2024. Janji perbaikan yang sebelumnya disampaikan pemerintah hingga kini belum terealisasi.
Koordinator aksi, Husein Latuconsina, mengatakan warga sudah cukup lama menunggu perbaikan jalan. Menurutnya, kondisi jalan yang rusak sangat mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari.
“Kami meminta jalan ini segera diperbaiki. Sejak dua tahun lalu kami sudah mendapat penyampaian bahwa jalan akan diperbaiki, tetapi sampai sekarang belum terealisasi,” ujarnya dalam pertemuan dengan pihak pemerintah.
Ia juga mempertanyakan ketimpangan perhatian terhadap sejumlah ruas jalan lainnya yang telah diperbaiki, sementara akses Arbes–Ahuru masih mengalami kerusakan.
Sekitar pukul 11.47 WIT, PPK Dinas PU Provinsi Maluku, Claudia Angel Lumentut bersama dua staf tiba di lokasi. Mereka kemudian berdialog dengan warga sekaligus meninjau langsung kondisi ruas jalan yang menjadi sasaran aksi.
Dalam dialog tersebut, Claudia meminta warga membuka akses jalan agar aktivitas masyarakat tidak terganggu. Ia menjelaskan, tuntutan warga akan disampaikan kepada pimpinan untuk menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan langkah selanjutnya.
Terkait kepastian waktu perbaikan, Claudia menyampaikan bahwa pihaknya belum dapat memastikan jadwal karena harus mempertimbangkan kondisi keuangan daerah.
Pertemuan kemudian dilanjutkan di Kantor Dinas PU Provinsi Maluku. Dua perwakilan warga hadir bersama Kapolsek Sirimau Iotu Bastian Tuhuteru.
Perwakilan warga kembali meminta pemerintah segera menangani jalan berlubang yang disebut telah dijanjikan untuk diperbaiki sejak 2024.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Provinsi Maluku, Miranda, menyampaikan bahwa pemerintah daerah saat ini masih menghadapi efisiensi anggaran. Kendati demikian, pihaknya memastikan kerusakan jalan tersebut akan segera ditindaklanjuti.
“Kami dari pihak PU Provinsi Maluku saat ini masih dalam efisiensi anggaran, tetapi kami akan segera memperbaiki ruas jalan tersebut,” kata Miranda.
Pihaknya juga telah memerintahkan PPK untuk turun langsung mengecek kondisi kerusakan jalan sebagai langkah awal penanganan. (MT-04)

