AMBON, MalukuTerkini.com – Menjelang peringatan HUT ke-451 Kota Ambon, capaian dari 17 program prioritas Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon menunjukkan tren positif di berbagai sektor pelayanan publik, penataan lingkungan, infrastruktur, hingga pertumbuhan ekonomi.
Capaian tersebut diungkapkan Wali Kota Ambon, Bodewin M Wattimena, saat menyampaika pidato pada Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Ambon dalam rangka HUT ke-451 Kota Ambon yang berlangsung di Gedung DPRD Kota Ambon, Jumat (4/9/2026).
Rapat Paripurna Istimewa tersebut dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Ambon Morits Tamaela, didampingi para Wakil Ketua, yakni Gerald Mailoa dan Patrik Moenandar.
Di hadapan pimpinan dan anggota legislatif serta Forkopimda, pimpinan OPD serta undangan yang hadir, Wattimena menegaskan usia 451 tahun bagi Kota Ambon bukanlah sekadar rentetan angka semata, namun sejarah panjang tentang perjuangan, ketangguhan, persaudaraan, keberagaman, dan harapan.
“Kota yang semula digambarkan berukuran selembar kulit sapi kini terus berbenah diri hingga berkembang luas melingkupi sebagian besar wilayah Pulau Ambon saat ini,” tandasnya.
Menurutnya, Kota Ambon telah melalui berbagai era dengan dinamika dan tantangan yang tidak ringan, mulai dari masa-masa sulit, bencana alam, konflik sosial, hingga tekanan ekonomi.
“Namun satu hal yang tidak pernah hilang dari jati diri orang Ambon adalah semangat untuk bangkit, bergandengan tangan, dan bersama-sama membangun kehidupan serta merawat keberlanjutan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan peringatan HUT ke-451 Kota Ambon harus dimaknai bukan hanya sebagai perayaan seremonial, melainkan sebagai momentum refleksi sekaligus peneguhan komitmen bersama untuk membangun Ambon menjadi lebih baik dari tahun ke tahun.
Menghadapi tantangan pembangunan hingga akhir tahun 2027, Wattimena menhaku Pemkot Ambon dihadapkan pada situasi kompleks seperti ketidakpastian ekonomi global, perubahan iklim ekstrem, disrupsi pangan dan energi, serta kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat. Untuk menanggapi kondisi tersebut,
“Pemkot Ambon berkomitmen memperkuat fondasi ekonomi daerah melalui reformasi struktural, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan sektor usaha kecil dan menengah, kemudahan investasi, serta transformasi digital,” jelasnya.
Dikatakan, kinerja perekonomian daerah saat ini menunjukkan tren yang amat menggembirakan, di mana pertumbuhan ekonomi Kota Ambon pada kuartal pertama tahun 2026 berhasil tumbuh sebesar 6,09 persen—berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional maupun provinsi—sementara laju inflasi year-on-year pada bulan Juli 2026 cenderung terkendali pada angka 2,9 persen.
Wattimena juga merincikan capaian dari 17 program prioritas Pemkot Ambon secara detail sebagai berikut:
Pada prioritas pertama, akses air bersih kepada masyarakat. Sampai dengan bulan Agustus 2026, Pemerintah Kota Ambon melalui Perumda Tirta Yapono telah melakukan pengembangan jaringan perpipaan sepanjang 12.126 meter di 14 lokasi serta pembangunan 2 sumur dalam. Jumlah pelanggan baru pada semester pertama tahun 2026 adalah sebanyak 659 pelanggan, dengan demikian jumlah total pelanggan saat ini sebanyak 14.770 pelanggan. Sedangkan melalui Dinas PUPR, Pemerintah Kota Ambon telah membangun sumur air tanah untuk penyediaan air baku di 19 lokasi.
Prioritas kedua, pengolahan persampahan dan penataan lingkungan. Kinerja pengolahan sampah cukup meningkat dalam 1 tahun terakhir. Volume sampah yang tertangani saat ini mencapai 176,39 ton per hari. Sedangkan sarana dan prasarana yang tersedia saat ini adalah dump truck sebanyak 27 unit, amroll sebanyak 8 unit, kontainer sampah sebanyak 20 unit, truck compactor sebanyak 2 unit, wastebin dan kliko sebanyak 618 unit, serta 23 collection point atau tempat sampah higienis.
Prioritas ketiga, mengurangi kemacetan melalui penggunaan jalan alternatif, rekayasa lalu lintas, dan penataan transportasi publik. Pemerintah Kota Ambon masih terus melakukan upaya ke arah sana dan berupaya melakukan penataan Terminal Merdeka A1 dan A2, pemeliharaan traffic light, rambu dan marka jalan, serta rekayasa lalu lintas dan patroli pada ruas jalan utama. Upaya kita untuk menambah jalan alternatif sampai saat ini masih belum menemukan titik terang terkait dengan upaya pembebasan lahan milik masyarakat yang ada di seputaran Jalan Jenderal Sudirman – Batu Merah. Karena itu ini menjadi tanggung jawab kita bersama, Pemerintah Kota dan DPRD Kota Ambon bersama-sama kita mencari solusi terhadap upaya perluasan jalan di Jalan Jenderal Sudirman menuju ke wilayah Karang Panjang.
Prioritas keempat, perbaikan jalan, penataan pasar, penataan pemukiman kumuh, perbaikan fasilitas umum, maupun fasilitas pelayanan publik lainnya yang ramah disabilitas. Melalui prioritas ini, Pemerintah Kota Ambon telah melakukan pemeliharaan berkala jalan pada 17 ruas jalan, pembangunan jalan aspal pada 2 lokasi, serta rehabilitasi 6 ruas jalan. Komitmen Pemerintah Kota Ambon untuk meningkatkan kualitas jalan turut diapresiasi oleh pemerintah pusat di mana Pemkot Ambon memperoleh peringkat ketiga terbaik Sutami Award dan mendapatkan insentif Rp 20 miliar yang akan digunakan di tahun ini untuk memperbaiki jalan-jalan di Kota Ambon. Pemerintah Kota Ambon juga telah melakukan revitalisasi dan perbaikan beberapa ruang terbuka publik, seperti Wainitu, Aerslowar, perbaikan rumah tidak layak huni sebanyak 706 unit, perbaikan rumah korban bencana 26 unit, pembangunan rumah baru layak huni sebanyak 17 unit, revitalisasi Pattimura Park, RTP Wainitu, RTP Aerslowar, dan RTP Amahusu.
Prioritas kelima, penyediaan lapangan kerja melalui kemudahan investasi, pengembangan UMKM, bantuan modal usaha, serta kemudahan akses lapangan kerja bagi penyandang disabilitas. Pada prioritas ini, Pemkot telah membentuk 50 Koperasi Desa/Negeri/Kelurahan Merah Putih sesuai dengan program prioritas nasional, di mana 3 koperasi telah memiliki gerai, yaitu Koperasi Merah Putih Negeri Laha, Wayame, dan Nusaniwe. Pemerintah Kota Ambon juga melakukan penguatan modal usaha kepada pelaku usaha mikro sebanyak 244 pelaku usaha, serta melakukan penilaian terhadap 176 pelaku usaha mikro untuk bantuan tahap kedua. Bantuan kepada UMKM ini dilakukan setiap tahunnya. Kemudian memberikan bantuan alat perikanan kepada 12 kelompok usaha bersama. Pemerintah Kota Ambon juga telah menerbitkan Nomor Induk Berusaha sebanyak 11.842 buah di tahun 2026. Selain itu, dalam Laporan Kegiatan Penanaman Modal semester pertama tahun 2026, dilaporkan realisasi investasi di Kota Ambon sebesar 847 miliar atau tumbuh sebesar 180%.
Pada prioritas keenam, pelayanan publik yang mudah dan terjangkau melalui ketersediaan Mall Pelayanan Publik. Melalui prioritas ini Pemerintah Kota Ambon telah menerima penyerahan fisik Mall Pelayanan Publik dari PT Modern Multiguna dan selanjutnya akan dilengkapi dengan kebutuhan peralatan dan perlengkapan gedung kantor. Direncanakan pada tahun 2026 ini mungkin di akhir tahun Mall Pelayanan Publik Kota Ambon sudah dapat beroperasi.
Prioritas ketujuh, membangun ekosistem ekonomi kreatif guna mendukung Ambon City of Music. Sampai dengan semester pertama tahun 2026, Pemerintah Kota Ambon telah menyelenggarakan lima event yang melibatkan komunitas ekonomi kreatif, sementara pada level komunitas telah dilaksanakan kurang lebih 48 event kreatif dengan melibatkan 116 UMKM.
Prioritas kedelapan, pelayanan pendidikan dan kesehatan yang berkualitas. Pada prioritas ini, Pemerintah Kota Ambon telah melakukan pembangunan dan rehabilitasi 34 sekolah. Untuk menyukseskan program nasional makan bergizi gratis di Kota Ambon terdapat sebanyak 34 SPPG yang melayani 79.553 orang siswa penerima manfaat. Pada bidang kesehatan, sebanyak 21 Puskesmas atau seluruh Puskesmas di Kota Ambon telah ditingkatkan tata kelolanya menjadi Badan Layanan Umum Daerah, serta satu Puskesmas ditingkatkan menjadi Rumah Sakit Umum Daerah dan direncanakan akan diresmikan dalam waktu dekat yaitu Puskesmas Rawat Inap Hutumuri.
Prioritas kesembilan, peningkatan pendapatan daerah melalui intensifikasi sumber-sumber pendapatan. Pada prioritas ini Pemerintah Kota Ambon melalui OPD terkait telah melakukan pemasangan 370 buah meter air tanah, penyelenggaraan Pekan Penagihan PBB, pemasangan 250 unit perekam transaksi online, melakukan sweeping kendaraan bermotor untuk meningkatkan penerimaan opsen pajak PKB, serta bekerja sama dengan Kejaksaan Negeri Ambon untuk melakukan penagihan piutang pajak. Berbagai upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Ambon diharapkan mampu mendorong realisasi pendapatan daerah setidaknya bisa mencapai sampai 95%.
Prioritas ke-10, Wali Kota Jumpa Rakyat sebagai wadah perjumpaan rakyat dengan pemimpinnya. Kegiatan ini telah dilakukan sebanyak 24 kali dengan 256 pelapor dan 335 jumlah aduan. Sedangkan melalui Omnichannel telah diterima sebanyak 926 laporan pengaduan masyarakat dan seluruhnya telah ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kota Ambon.
Prioritas ke-11, pengembangan konsep pariwisata terintegrasi. Pada prioritas ini Pemerintah Kota Ambon telah menyelesaikan perencanaan kawasan Ekowisata Mangrove, kemudian melakukan promosi potensi daerah melalui Anugerah Pesona Indonesia maupun Karisma Event Nusantara, serta membangun koordinasi pengembangan ekosistem pariwisata terintegrasi berkelanjutan dengan stakeholder terkait dalam upaya kita untuk membangun setidaknya tiga tempat wisata yaitu wisata Mangrove, Pintu Kota, dan Paralayang.
Prioritas ke-12, penataan birokrasi yang kapabel, handal, dan bersih, bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme. Pada prioritas ini, Pemerintah Kota Ambon telah melaksanakan berbagai upaya untuk mengisi kekosongan pejabat-pejabat pada seluruh OPD lingkup Pemerintah Kota Ambon, baik eselon II, eselon III, maupun eselon IV. Dan sebagai informasi bahwa nanti setelah HUT Kota Ambon akan dilakukan pelantikan terhadap 290 lebih pejabat eselon III dan IV di lingkup Pemerintah Kota Ambon. Pemerintah Kota Ambon juga telah melaksanakan seleksi terbuka dan melantik Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah Kota Ambon, mengikutkan sebanyak 930 peserta latihan dasar calon pegawai negeri sipil, melakukan seleksi terbuka dan pelantikan 7 Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, melantik pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja sebanyak 1.910 orang, serta mengikutkan 17 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama pada Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II di BPSDMD Provinsi Jawa Tengah. Beberapa indikator kinerja sebagai ukuran pelayanan publik di Kota Ambon yang dapat kami informasikan antara lain: kepatuhan pelayanan publik bernilai kualitas tinggi, nilai Indeks Reformasi Birokrasi sebesar 61,30 kita sudah beranjak dari nilai CC menuju nilai B, nilai SAKIP juga nilai B, serta opini BPK Republik Indonesia terhadap pemeriksaan laporan keuangan Pemerintah Kota Ambon adalah mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian.
Prioritas ke-13, melanjutkan pengembangan Ambon Smart City. Evaluasi Smart City Kota Ambon menunjukkan hasil yang sangat menggembirakan. Kota Ambon memperoleh nilai sebesar 3,6 dari 4 yang harus dicapai maksimal. Pemkot Ambon bersama Lintas Arta juga telah memasang 57 CCTV pada lokasi-lokasi tertentu untuk membantu kerja-kerja Pemkot Ambon.
Prioritas ke-14, penanggulangan kemiskinan melalui kegiatan pemberian hibah dan bansos. Pada prioritas ini Pemerintah Kota Ambon telah menyalurkan bantuan sosial bagi 836 keluarga miskin, penyediaan alat bantu kepada 30 penyandang disabilitas, bantuan usaha kepada 30 keluarga miskin, serta penyediaan 3.098 paket sembako pada pasar murah. Selain itu melalui program digitalisasi bansos telah terdaftar sebanyak 40.473 keluarga atau di Kota Ambon kita mencapai 33,62%.
Prioritas ke-15, penguatan peran lembaga keagamaan, FKUB, serta pemberian insentif kepada tua agama, marbot, penjaga pura, penjaga wihara, dan unsur lainnya sesuai kemampuan keuangan daerah. Pada prioritas ini Pemkot Ambon terus melakukan pemberian insentif kepada 869 orang tua agama, penjaga gereja, marbot, penjaga wihara, penjaga pura, serta melaksanakan kegiatan-kegiatan keagamaan seperti Safari Ramadan, Safari Natal, dan kegiatan keagamaan lainnya dalam rangka membangun rasa kebersamaan hidup orang basudara di Kota Ambon.
Prioritas ke-16, penguatan peran pemuda dalam industri kreatif. Pada prioritas ini Pemerintah Kota Ambon melaksanakan workshop konten digital bagi pemula, melaksanakan Ambon Creativepreneur untuk wirausaha muda, serta melaksanakan manajemen talenta nasional. Selain itu, pemerintah melalui OPD terkait telah memberikan bantuan modal usaha bagi 40 pelaku usaha usia 16 sampai 30 tahun, peningkatan kapasitas bagi 80 pelaku ekonomi kreatif, expo ekonomi bagi 70 pelaku usaha di kalangan anak-anak muda. Pemerintah Kota Ambon juga memberikan kesempatan kepada komunitas anak-anak muda untuk mengelola ruang terbuka publik di Wainitu dalam rangka pengembangan ekosistem ekonomi kreatif.
Prioritas ke-17, fasilitasi penguatan peran lembaga adat atau KPL, LSM, Forum Anak, organisasi paguyuban, dan organisasi kemasyarakatan lainnya. Pada prioritas ini Pemerintah Kota Ambon menetapkan 26 ormas tertib administrasi, memberikan hibah kepada ormas, serta membentuk Forum Anak di 28 desa, negeri, dan 2 kelurahan serta 3 kecamatan di Kota Ambon. (MT-06)
