AMBON, MalukuTerkini.com – Di penghujung rangkaian kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Pattimura (Unpatti) tahun 2026, para mahasiswa menampilkan selebrasi konfigurasi formasi atau yang populer disebut papermob

Atraksi papermob tersebut mewarnai penutupan PKKMB yang berlangsung di Lapangan Upacara Rektorat Unpatti, Ambon, Senin (7/9/2026).

Papermob memang sudah menjadi tradisi wajib yang sangat ikonik untuk mengakhiri rangkaian PKKMB di berbagai universitas di Indonesia.

Momen ini memperlihatkan kekompakan, kreativitas, dan kerja keras ribuan mahasiswa baru setelah berhari-hari mengikuti orientasi kampus.




Bersamaan dengan atraksi marching band Unpatti, para mahasiswa baru perlahan para mahasiswa membentuk papermob tulisan Unpatti 2026. Tulisan ini menjadi simbol mereka adalah bagian dari generasi baru Unpatti.

Tahun 2026 menjadi titik awal sebuah perjalanan. Perjalanan untuk belajar, bertumbuh, dan perjalanan untuk mengukir prestasi.

Di tempat inilah mereka memulai langkah sebagai mahasiswa, dan di tempat inilah mereka diharapkan tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam karakter, berintegritas, serta memiliki kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan.

Selanjutnya papermob mencapai puncaknya saat para mahasiswa membentuk gambar Rektor Unpatti Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd, sosok yang menjadi simbol kepemimpinan, arah, dan cita-cita besar Unpatti.

Formasi ini menggambarkan hubungan antara mahasiswa dan almamaternya, yang mana setiap mahasiswa adalah bagian penting dari perjalanan Universitas Pattimura.

Hari ini, para mahasiswa berdiri sebagai mahasiswa baru. Kelak, akan berdiri sebagai lulusan Unpatti yang membawa nama almamater ke berbagai penjuru negeri.

Unpatti 2026 menjadi awal perjalanan, dan Unpatti menjadi rumah tempat mimpi-mimpi itu tumbuh dan diwujudkan.

Sebelumnya saat menutup PKKMB tersebut, Rektor Unpatti Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy M.Pd menyampaikan pesan kepada seluruh civitas akademika dan tenaga kependidikan agar mendidik para mahasiswa baru dengan penuh rasa tanggung jawab, integritas, dan kasih sayang.

“PKKMB menjadi tonggak awal bagi para mahasiswa baru dalam memasuki jenjang pendidikan tinggi,” ungkapnya.

Ia mengaku berbahagia dan bangga atas kepercayaan yang telah diberikan oleh para orang tua atau wali mahasiswa kepada pihak universitas.

“Kita semua sebagai sivitas akademika dan tenaga kependidikan boleh berbahagia dan bergembira menyambut anak-anak kita yang dipercayakan oleh orang tua atau wali mereka, baik yang masih hidup maupun mungkin yang sudah almarhum dan almarhumah. Mereka mempercayakan anak-anak ini untuk dididik di institusi tercinta ini,” ungkapnya.

Leiwakabessy mengimbau seluruh jajaran civitas akademika untuk menyambut para mahasiswa baru layaknya anak sendiri dan menjadikan Universitas Pattimura sebagai rumah kedua bagi mereka.

“Di rumah kedua inilah tempat para mahasiswa menimba ilmu pengetahuan, mengasah keterampilan, serta membentuk sikap dan karakter yang dapat memberikan nilai bermakna bagi kehidupan bangsa dan negara,” katanya.

Selain itu, ia menegaskan komitmen kampus untuk menghapus segala bentuk tindakan kekerasan selama berlangsungnya proses belajar-mengajar.

“Hindari seluruh perlakuan-perlakuan kekerasan di dalam seluruh proses pendidikan. Jadikan seluruh proses yang kita jalani dengan mereka adalah proses yang humanis, proses edukatif, proses yang akan memberikan sesuatu yang mereka inginkan, bisa untuk mereka melakukan bagaimana, apa, dan manfaat yang bisa mereka peroleh sebagai calon-calon pemimpin bangsa,” tandasnya. (MT-01)