AMBON, MalukuTerkini.com – Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Maluku meninjau kawasan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) Gunung Botak, Kabupaten Buru, Rabu (6/5/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan proses penertiban kawasan pertambangan ilegal berjalan efektif sekaligus mendorong penataan sistem pertambangan rakyat yang legal, aman, dan berkelanjutan.

Rombongan Forkopimda yang terdiri dari unsur Pemerintah Provinsi Maluku, TNI-Polri, Kejaksaan, dan pemerintah daerah melakukan pemantauan langsung di kawasan Pos Tanah Merah, salah satu titik aktivitas pertambangan di Gunung Botak.

Forkopimda juga turut meninjau pos pengamanan, menerima paparan Satgas Penertiban, serta mengikuti pemusnahan barang bukti hasil operasi penertiban tambang ilegal sebagai bentuk komitmen penegakan hukum di kawasan Gunung Botak.

Kapolda Maluku Irjen Pol. Dadang Hartanto menegaskan Polda Maluku bersama TNI dan pemerintah daerah berkomitmen mengawal proses penataan Gunung Botak secara berkelanjutan.

“Penertiban ini bukan semata-mata penegakan hukum, tetapi bagian dari upaya besar untuk menata kembali sistem pertambangan rakyat agar berjalan sesuai aturan, aman, dan berkelanjutan,” tandas alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 1994 ini.

Dijelaskan, penanganan kawasan Gunung Botak harus dilakukan secara terpadu dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat setempat.

“Gunung Botak harus ditata dengan pendekatan hukum, keamanan, dan keberlanjutan lingkungan secara seimbang. Negara tidak boleh kalah terhadap aktivitas pertambangan ilegal,” jelas mantan Ketua STIK Lemdiklat Polri ini.

Menurutnya, pendekatan yang dilakukan tidak hanya bersifat represif, tetapi juga mengedepankan langkah preventif dan edukatif agar masyarakat memahami pentingnya pengelolaan sumber daya alam yang legal dan bertanggung jawab.

“Kami ingin memastikan masyarakat tetap dapat menjalankan aktivitas ekonomi, namun dalam koridor hukum yang jelas sehingga tidak merusak lingkungan maupun memicu konflik sosial,” ungkap mantan Wakapolda Sumatera Utara ini.

Kapolda juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di kawasan Gunung Botak demi mendukung proses penataan pertambangan yang lebih baik. (MT-04)