AMBON, MalukuTerkini.com – Ikan Nasi merupakan salah satu potensi alam khas Negeri Makariki, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), yang naik secara musiman sebanyak dua hingga tiga kali dalam setahun.

Fenomena ini biasanya terjadi sekitar Hari Kenaikan Yesus Kristus pada bulan Mei hingga Juni.

Saat ini, musim ikan nasi di Negeri Makariki sementara berlangsung. Setiap musim tiba, Negeri Makariki selalu ramai dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah yang datang untuk membeli ikan nasi sekaligus menyaksikan tradisi timba ikan nasi yang telah berlangsung turun-temurun.

Melihat besarnya potensi tersebut, Gerakan Makariki Maju meminta Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah maupun Pemerintah Negeri Makariki agar lebih serius dalam melihat dan mengelola potensi ikan nasi, baik sebagai potensi ekonomi masyarakat maupun sebagai potensi pariwisata budaya.

Gerakan Makariki Maju berharap tradisi timba ikan nasi dapat masuk dalam agenda festival tahunan daerah dan didorong menjadi salah satu destinasi wisata budaya unggulan di Maluku Tengah.

“Tradisi ikan nasi itu sangat berpotensi sebagai potensi pariwisata budaya. Pemerintah Maluku Tengah musti melirik potensi ini untuk dikembangkan secara serius,” jelas salah satu Koordinator Gerakan Makariki Maju. Hendra Wattimena kepada malukuterkini.com, Sabtu (16/5/2026).

Menurutnya, selama ini tradisi timba ikan nasi masih belum mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah, padahal tradisi tersebut memiliki daya tarik budaya dan ekonomi yang besar.

Selain sektor wisata, Gerakan Makariki Maju juga menyoroti pentingnya penguatan kapasitas UMKM lokal agar masyarakat mampu mengolah ikan nasi menjadi produk turunan bernilai ekonomi tinggi.

Berbagai produk olahan seperti nugget ikan nasi, bakso ikan nasi, sambal ikan nasi, sosis ikan nasi, hingga aneka makanan berbasis ikan lainnya dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan apabila masyarakat dibekali keterampilan, pendampingan, dan fasilitas yang memadai.

“Selama ini masyarakat lebih banyak menjual ikan nasi dalam bentuk mentah. Padahal kalau dikelola dengan baik, hasilnya bisa jauh lebih bernilai dan mampu meningkatkan ekonomi masyarakat,” unglap Wattimena.

Gerakan Makariki Maju juga mendorong agar pemerintah daerah memanfaatkan momentum musim ikan nasi untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya bagi SPPG di wilayah Masohi dan sekitarnya, mengingat kandungan protein ikan nasi yang cukup tinggi dan baik untuk kebutuhan gizi anak-anak sekolah.

“Pemerintah Negeri Makariki dinilai perlu lebih proaktif dalam melihat peluang besar dari potensi lokal tersebut, termasuk mendorong agar tradisi timba ikan nasi dapat diusulkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB),”katanya.

Gerakan Makariki Maju juga menilai pengelolaan ikan nasi dapat dilakukan lebih terstruktur melalui Koperasi Merah Putih agar memberikan manfaat ekonomi langsung bagi negeri dan masyarakat.

“Melalui Koperasi Merah Putih, pemerintah negeri juga bisa mengelola potensi ikan nasi secara serius supaya dapat menjadi salah satu sumber pendapatan asli negeri. Selama ini negeri belum mendapatkan keuntungan maksimal dari potensi besar yang dimiliki,” jelas Wattimena. (MT-01)