NAMROLE, MalukuTerkini.com – Wilayah pesisir Kabupaten Buru Selatan (Bursel) saat ini menghadapi ancaman serius akibat perubahan iklim global.
Hal itu diungkapkan Bupati Bursel LaHamidi dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Bursel, Abdulah Tualeka saat Aksi Penanaman Pohon Mangrove dan Cemara yang diprakrasai Palang Merah Indonesia (PMI) yang dipusatkan di Pesisir Pantai Ekowisata Desa Waifusi, Kecamatan Namrole, Selasa (19/5/2026).
“Sebagai daerah kepulauan, kawasan ini dinilai sangat rentan terhadap berbagai bencana alam yang terus mengintai pemukiman warga di sepanjang garis pantai,” ungkapnya.
Dijelaskan, kondisi geografis Bursel yang dikelilingi lautan membuatnya menjadi wilayah yang paling terdampak oleh dinamika cuaca.
“Fenomena seperti abrasi pantai, gelombang pasang, cuaca ekstrem, hingga banjir rob dilaporkan semakin sering terjadi dan mengancam keselamatan serta ruang hidup masyarakat pesisir,” jelasnya.
Ia mengatakan ekosistem mangrove memiliki peran yang sangat vital dalam mitigasi bencana, karena tanaman pesisir ini bukan sekadar penghijauan biasa, melainkan sebuah pertahanan utama bagi kelangsungan hidup warga di wilayah pantai.
“Mangrove bukan hanya sekadar pohon pesisir, tetapi benteng alami yang melindungi masyarakat kita,” katanya.
Ia juga mengapresiasi PMI yang tidak hanya sigap saat masa darurat saja, melainkan sangat aktif dalam program jangka panjang seperti penguatan kapasitas relawan, pemetaan risiko, hingga pendampingan masyarakat desa untuk beradaptasi dengan perubahan iklim melalui pendekatan berbasis alam.
Aksi penamanan tersebut dihadiri Pengurus PMI Pusat, Cri Sajjana Prajna Wekadigunawan, Country Program Manager at American Red Cross – Indonesia Delegation Al Akbar Abubakar, Wakil Kepala Bidang PKSPL IPB Program SDA dan Lingkungan Andy Affandy seta Pengurus PMI Provinsi Maluku Izaac M Tulalessy. (MT-01)

Tinggalkan Balasan