AMBON, MalukuTerkini.com – Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Pattimura (Unpatti) terus memperkuat komitmennya dalam mencetak tenaga medis spesialis berkualitas demi pemerataan layanan kesehatan di Maluku.
Pembentukan sumber daya manusia bermutu tersebut kini kian mendapat dorongan nyata dari pemerintah daerah, yang diawali oleh komitmen investasi pendidikan dari Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara (Malra).
Langkah konkret Pemkab Maluku Tenggara tersebut diapresiasi oleh Dekan FK Unpatti, dr. Farah Christina Noya, MHPEd., Ph.D., di sela-sela prosesi penandatanganan Pakta Integritas Calon Peserta Didik Baru Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Tahun 2026 yang berlangsung di Ruang Dekan FK Unpatti, Ambon, Senin (20/7/2026).
Farah mengaku hingga saat ini baru terdapat satu daerah di Provinsi Maluku yang menuntaskan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait pemberian beasiswa bagi para peserta didik PPDS.
Langkah perintis Kabupaten Malra ini diharapkan menjadi pemicu akselerasi dukungan serupa dari pemerintah kabupaten dan kota lainnya di wilayah Kepulauan Maluku.
“Dua pekan lalu kamis telah menandatangani PKS dengan Pemkab Malra. Pak Bupati telah menyatakan komitmennya untuk membiayai peserta didik PPDS dari Kabupaten Malra,” ujarnya.
Ia mengatakan, keterlibatan aktif pemerintah daerah tidak boleh hanya berhenti pada tahap penerbitan surat rekomendasi, melainkan harus diiringi dengan alokasi dana beasiswa pendidikan.
“Semoga pada semester kedua tahun akademik 2026/2027, jejaring pembiayaan tersebut sudah semakin meluas ke berbagai daerah,” katanya.
Menurut Farah, beberapa daerah lain sebenarnya sudah menunjukkan sinyal positif untuk menyusul langkah Kabupaten Malra.
“Kabupaten Buru Selatan (Bursel) dan Kabupaten Buru telah menyatakan komitmen awal mereka untuk mengalokasikan beasiswa bagi para calon peserta didik PPDS asal daerah masing-masing,” ungkapnya.
Pihak FK Unpatti, jelasnya. akan segera menindaklanjuti dan mengawal janji tersebut hingga sampai pada tahap penandatanganan kerja sama resmi.
“Selain itu, penjajakan juga tengah berjalan dengan Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) yang telah berinisiatif membuka komunikasi terkait draf PKS pembiayaan” jelasnya.
Kebutuhan akan akselerasi pemenuhan dokter spesialis ini dinilai sangat mendesak seiring dengan perkembangan infrastruktur kesehatan di Maluku.
Pemerintah Kota Ambon, misalnya, saat ini tengah mempersiapkan operasional rumah sakit daerah baru yang dipastikan memerlukan suplai tenaga dokter spesialis dalam jumlah memadai. (MT-01)
